motif-penikaman-di-toserba-belum-diketahui
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Satreskrim Polresta Pekanbaru masih mendalami motif terduga pelaku penikaman terhadap lima wanita, satu tewas, di Mess Toserba Era 58. Baik terduga pelaku maupun empat korban yang kini juga masih menjalani perawatan, belum bisa diminta keterangan secara penuh.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan menjelaskan, kepolisian belum bisa menggali lebih dalam terhadap terduga pelaku. Karena hingga Senin (25/7/2022) siang ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.
''Untuk motif masih dilakukan penyelidikan. Terduga pelaku masih perawatan di rumah sakit dan sedang menajalani pemeriksaan kesehatan,'' sebut Kompol pada siang ini.
Pantauan Riau Pos di lokasi, toserba empat pintu di Jalan Dharma Bakti, Payung Sekaki tersebut masih tutup. Garis polisi berwarna kuning masih melintang panjang pada gedung setinggi tiga lantai tersebut.
Beberapa warga yang tidak jauh dari toserba tersebut mengaku tidak tahu persis kejadian. Karena penikaman terjadi pada dini hari. Seorang pedagang nasi goreng dekat lokasi disebut beberapa warga lebih tahu soal kejadian. Hanya saja, pedagang nasi goreng baru datang dan menggelar dagangan menjelang gelap atau menjelang petang.
Peristiwa penikaman ini sendiri terjadi sekitar pukul 02.00 WIB pada Ahad (24/7/2022) dini hari. Terduga pelaku berinisial ES tiba-tiba menyerang lima rekan kerjanya dengan senjata tajam. Salah seorang koran berinisial T dinyatakan tewas akibat serangan membabi buta tersebut.
Kompol Andrie Setiawan menambahkan, pihaknya masih menunggu perawatan dan pemeriksaan terduga pelaku. Hingga yang bersangkutan belum bisa dimintai keterangan.
''Belum bisa (diperiksa), harus ada pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu,'' tutup Kompol Andrie.
Laporan: Hendrawan Kariman (Pekanbaru)
Editor: E Sulaiman
Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…
Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.
Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.
Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…
Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…
SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.