Serahkan santunan: Division Head HRD PT IKPP Hendri Alim menyerahkan santunan kepada perwakilan tenaga kerja asing Suresh (kanan) disaksikan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota Mias Muchtar, Jumat (24/5/2019).
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — PT IKPP membayarkan klaim jaminan kecelakaan kerja (JKK) kepada ahli waris tenaga kerja asing (TKA) Sandeep Gupta yang meninggal akibat kecelakaan kerja. Santunan yang diberikan sebesar Rp607.800.000 dan JHT sebesar Rp2.873.100.
Santunan ini diberikan setelah diterima dari BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota yang disampaikan oleh Kepala Cabang Mias Muchtar kepada Division Head HRD PT IKPP Hendri Halim di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota, Jumat (24/5).
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pekanbaru Kota Mias Muchtar kepada Riau Pos menjelaskan, santunan ini diberikan kepada ahli waris Dandeep Gupta yang mengalami kecelakaan kerja pada 17 April lalu.
Sandeep Gupta merupakan tenaga kerja asing yang bekerja di PT IKPP sebagai teknisi maintenance. Sandeep Gupta baru bergabung dengan PT IKPP setahun lalu. ‘’Santunan ini merupakan salah satu wujud dan peran nyata kehadiran negara atau pemerintah dalam melindungi seluruh warga negara Indonesia. Dengan adanya jaminan ini, kita ingin pekerja dan keluarganya merasa lebih aman dan nyaman,’’ ujar Mias.
Mias mengatakan, PT IKPP telah memperlihatkan komitmennya dan kepatuhannya terhadap undang-undang dengan diikutsertakannya sebanyak 97 orang tenaga kerja asing yang bekerja di IKPP menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk tiga program yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JK) dan jaminan hari tua (JHT). ‘’Pelayanan publik yang dijalankan oleh BPJS Ketanagekerjaan perlu dilandasi dengan nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong-royong, sehingga BPJS Ketenagakerjaan mampu memenuhi ekspektasi masyarakat dalam memberikan perlindungan dasar bagi tenaga kerja dan keluarganya, sehingga tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia pun dilindungi BPJS Ketenagakerjaan,’’ katanya.
BPJS Ketenagakerjaan sudah menjadi mitra terpercaya bagi pengusaha dan berperan serta dalam pembangunan. BPJS Ketenagakerjaan mendeklarasikan gerakan nasional revolusi mental untuk mendukung peningkatan kualitas dan kecepatan pelayanan agar kepuasan peserta dapat tercapai serta menjamin kesejahteraan pekerja di masa tuanya nanti.
“Kami pastikan BPJS Ketenagakerjaan menjalankan prinsip good governance untuk menciptakan pengelolaan organisasi yang profesional, transparan dan bebas dari benturan kepentingan demi mencapai kesejahteraan pekerja Indonesia,’’ terang Mias.
Berdasarkan penjelasan dari pihak perusahaan, almarhum mengalami kecelakaan kerja saat melakukan pemeriksaan di dekat mesin dan terjatuh. Almarhum ditemukan keesok harinya namun sudah meninggal dunia. Almarhum meninggalkan dua orang anak dan satu orang istri yang seluruhnya tinggal di India.(hen)
Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…
Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…
RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…
Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…
Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…
Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…