Categories: Pekanbaru

Komisi IV Pertanyakan Progres Pasar Induk

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Progres pembangunan Pasar Induk Pekanbaru di Jalan Soekarno Hatta kembali dipertanyakan Komisi IV DPRD Pekanbaru.

Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla menegaskan, sampai saat ini tidak ada titik terang kelanjutan pembangunan pasar induk tersebut. "Melihat progresnya sampai saat ini, sepertinya investor pasat induk tak sanggup lagi. Tapi karena ada aset mereka di atas lahan pemko, ini jadi masalah. Bagaimana jalan keluarnya, kami minta pemko pertama sekali lakukan audit menyeluruh terhadap pasar induk ini,” kata Roni, Kamis (24/2).

Langkah audit ini, dinilai Roni sangat perlu dilakukan. Tujuan salah satunya untuk mengetahui berapa nilai aset bangunan yang sudah dikerjakan investor. Dan untuk audit ini disarankannya menggunakan tenaga audit dari eksternal yang independen.

"Kalau misalnya pemko harus mengganti ke pengembang karena pengembang tidak sanggup lagi, maka pengalihan aset bisa digunakan dengan menggunakan hasil audit ini. Bisa dibayar oleh pemko atau dari investor yang baru nantinya,” jelasnya lagi.

Dikatakan Roni, niat Pemko Pekanbaru untuk membangun pasar induk sangat mulia. Pasalnya, Kota Pekanbaru belum ada pasar induk. Akibatnya, banyak pedagang yang bertebaran di beberapa pasar tradisional.

"Dengan adanya pasar induk, pedagang bisa lebih ditata. Jadi kami minta  pasar induk ini segera ditindak lanjuti dan diselesaikan karena memang ditunggu masyarakat,” ungkapnya.

Tetap Dilanjutkan

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut saat dikonfirmasi Riau Pos mengatakan, pihaknya dengan Kadis PU dan OPD terkait sudah meninjau pasar induk bersama investor.

"Itu sedang diaudit, karena pembangunan akan dilanjutkan. Kami harus audit dulu kondisinya. Masih PT Agung Rafa Bonai yang melanjutkan,” kata dia, kemarin.

Dia menyebutkan, investor tersebut berjanji akan memperbaiki manajemennya saat ini. "Kami lihat ke lokasi. Melihat kesungguhannya. Segera mereka lanjutkan. Uang mereka kan sudah Rp60 miliar habis di sana. 50 persen lebih fisiknya," papar dia.

Ingot memastikan pembangunan pasar induk akan tetap dilanjutkan.

"Kami tak mungkin biarkan. Pahami dia (PT Agung Rafa Bonai, red) bukan kontraktor, dia invenstor. Kita berikan masa konstruksi dua tahun. Tapi kan ada persoalan lain, ini yang menghambat. Ditambah pandemi sudah dua tahun," katanya.(yls)

Laporan AGUSTIAR dan M ALI NURMAN, Kota

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

3 jam ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

5 jam ago

Jembatan Siak I Akan Dipelihara, Arus Kendaraan Dialihkan ke Siak III

Pemprov Riau akan memelihara Jembatan Siak I dan Siak III pada pekan ketiga September dengan…

5 jam ago

Pasokan BBM di Riau Naik 27 Persen, Pertamina Respons Lonjakan Kebutuhan

Pertamina Patra Niaga menaikkan pasokan BBM JBT di Riau hingga 27 persen seiring meningkatnya kebutuhan…

5 jam ago

Komjak RI Cek Kejari Pekanbaru, Seluruh Pengaduan Masyarakat Disebut Sudah Ditindaklanjuti

Komjak RI mengunjungi Kejari Pekanbaru untuk mengecek pengaduan masyarakat dan sarana prasarana serta mengingatkan pentingnya…

6 jam ago

Viral Video MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Pernah Menolak

Video pembagian MBG di SDN 015 Tambusai Utara viral dan memunculkan anggapan penolakan. Sekolah menegaskan…

8 jam ago