situasi-kembali-memanas-pedagang-berkumpul-dan-goyang-pagar-seng-stc
PEKANBARU(RIAUPOS.CO) – Suasana di Sukaramai Trade Center (STC), Selasa (25/2) sore kembali tegang. Puluhan pedagang kembali berkumpul di depan pagar seng yang ada di pelataran pusat perbelanjaan itu. Mereka tetap menolak rencana relokasi yang akan dilakukan. Hal ini terjadi saat perwakilan pedagang menggelar mediasi dengan pengelola STC, PT Makmur Papan Permata (MPP).
Pantauan Riau Pos di lokasi, ketegangan ini terjadi pukul 15.15 WIB. Kumpulan pedagang memukul-mukul pagar seng yang dipasang di pelataran STC. Bahkan dari arah pedagang sempat melayang sekantong plastik buah dilemparkan ke arah personel gabungan yang ada di dalam pelataran. Di luar, teriakan-teriakan terdengar.’’Demi anak awak ko (untuk anak kami ini,red),’’ teriak pedagang dari luar.
Pada saat bersamaan, perwakilan pedagang kembali dibawa ke dalam STC menggelar pertemuan dengan pengelola STC. Hadir Kapolresta Pekanbaru Nandang, Kasatpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono, serta perwakilan PT MPP.
Hingga berita ini diturunkan. Mediasi antara perwakilan pedagang dengan pengelola STC masih berlangsung. Sementara itu di luar aparat gabungan bersiaga.
Di pagi hari tadi, bentrokan pecah dalam pembongkaran tempat penampungan sementara (TPS) sekitar Sukaramai Trade Center (STC). Pedagang penghuni TPS yang menolak pembongkaran melawan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru menggunakan kayu dan lemparan batu disana.
Sejak awal, potensi ricuh memang tak terhindar kan di lokasi pembongkaran. Suasana sudah panas begitu Tim Yustisi Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tiba. Bahkan, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono didorong dan nyaris jatuh di tengah-tengah kerumunan pedagang dan Tim Yustisi.
Disana pula, pedagang melawan petugas dengan memukulkan kayu. Disamping itu, pecahan aspal melayang juga dari arah halte di depan STC dan mengenai punggung salah satu Satpol PP Kota Pekanbaru. Hingga berita ini diturunkan, kondisi masih rawan meski tak sepanas saat awal bentrokan pecah.
Sebelumnya, Pemko Pekanbaru memberikan tenggat pada pedagang hingga Jumat (21/2) untuk pindah dari TPS ke dalam STC. Tenggat ini sudah diperpanjang dari sebelumnya ditetapkan 7 Februari. Pasca tenggat berlalu, aliran listrik ke TPS kemudian dimatikan. Ini yang kemudian diprotes pedagang.
Senin (24/2) kemarin, ratusan pedagang sempat menggelar long march dari STC ke DPRD Kota Pekanbaru untuk mengadukan nasib mereka. Dewan kala itu berjanji akan menelaah aspirasi pedagang dan melakukan peninjauan ulang ke lapangan.
Laporan Ali Nurman
Editor: Deslina
Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…
Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…
Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…
Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…
Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…
PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…