Categories: Pekanbaru

APILL Difungsikan, Fly Over Tetap Perlu

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Simpang Panam (Jalan HR Soebrantas-Jalan Garuda Sakti-Jalan Kubang Raya) kembali dipasang dan difungsikan. Namun kemacetan tetap saja terjadi karena banyaknya kendaraan yang melintasi kawasan tersebut. Usulan agar segera dibangun fly over di kaawasan itu semakin gencar.

Pengamat Transportasi Universitas Islam Riau (Unri) Prof Dr Ir Sugeng, Indonesia termasuk Riau, tidak memiliki aturan pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi. Hal ini sejalan pula dengan belum adanya usaha maksimal untuk transportasi umum dalam kota. Jumlah kendaraan menurutnya akan terus bertambah, maka lambat laun, fly over dikhawatirkan kehilangan efektifitasnya di persimpangan tersebut.

"Harus dikaji, berapa lama fly over satu arah bisa efektif mengatasi over crowded kendaraan di persimpangan itu. Jangan nanti baru dibangun, sudah tidak mampu menampung lagi. Apalagi fly over ini biayanya mahal," kata Sugeng, Senin (23/5).

Sugeng menyebutkan, di negara maju fly over adalah pilihan kedua dalam mengatasi permasalahan kepadatan lalu lintas. Namun untuk kasus di Simpang Panam, fly over menurutnya yang paling realistis untuk jangka pendek.

Namun dirinya tidak yakin pemerintah mampu membiayai fly over dua arah. "Biaya fly over itu mahal, perbandingan biaya satu arah dan dua arah, itu bisa lebih dari dua kali lipat. Antara satu arah dan dua arah, itu desainnya sudah jauh berbeda," ungkapnya.

Sugeng juga mengingatkan, membangun fly over di persimpangan sempit seperti di Simpang Panam, bukan hanya perlu biaya membangun fly  over-nya saja. Ada juga biaya pembebasan lahan dan lain-lain.

Dirinya juga mengingatkan soal pembangunan jalan lingkar luar Kota Pekanbaru untuk Jalan Kubang Raya dan Jalan Garuda Sakti.

"Jalan Lingkar Luar itu masuk RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, red). Itu harus direalisasikan, itu sebenarnya (solusi Simpang Panam, red). Makanya fly over itu adalah pilihan kedua, harus dikaji seberapa tahun efektifnya. Kalau lima tahun, maka sebelum lima tahun jalan lingkar harus sudah terealisasi," ungkapnya.(end)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

8 jam ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

10 jam ago

Jembatan Siak I Akan Dipelihara, Arus Kendaraan Dialihkan ke Siak III

Pemprov Riau akan memelihara Jembatan Siak I dan Siak III pada pekan ketiga September dengan…

11 jam ago

Pasokan BBM di Riau Naik 27 Persen, Pertamina Respons Lonjakan Kebutuhan

Pertamina Patra Niaga menaikkan pasokan BBM JBT di Riau hingga 27 persen seiring meningkatnya kebutuhan…

11 jam ago

Komjak RI Cek Kejari Pekanbaru, Seluruh Pengaduan Masyarakat Disebut Sudah Ditindaklanjuti

Komjak RI mengunjungi Kejari Pekanbaru untuk mengecek pengaduan masyarakat dan sarana prasarana serta mengingatkan pentingnya…

11 jam ago

Viral Video MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Pernah Menolak

Video pembagian MBG di SDN 015 Tambusai Utara viral dan memunculkan anggapan penolakan. Sekolah menegaskan…

13 jam ago