Categories: Pekanbaru

Tekan Kerugian, Pengusaha Tahu Batasi Produksi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – UNTUK menekan kerugian akibat kenaikan harga kacang kedelai impor yang dijual seharga Rp12.000 per kilogram, pengusaha tahu di Kota Pekanbaru mulai mengurangi jumlah produksi. Tak hanya itu, pengusaha juga memperkecil ukuran tahu.

Seperti yang dilakukan pabrik tahu di Jalan Payung Sekaki, Kecamatan Payung Sekaki. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kerugian yang terjadi akibat kenaikan harga kedelai impor sejak beberapa bulan terakhir.

Salah seorang pengusaha tahu Sutini mengaku, sudah beberapa pekan terakhir ini dirinya sengaja menurunkan jumlah produksi tahu basah dan tahu goreng untuk dipasarkan di sejumlah pasar tradisional dan toko di Pekanbaru.

Ia juga mengaku sudah menaikkan harga jual tahu yang sudah diolah atau digoreng. ’’Kami beli kedelai itu satu karung seharga Rp570 ribu dengan berat 50 kilogram. Jadi sekarang jumlah produksi tahu saya kurangi biar tidak terlalu rugi,"katanya, Rabu (23/2).

Lanjut Sutini, saat ini harga jual tahu ke pedagang di pasar tradisional dibanderol berkisar Rp65.000 per satu kaleng dengan jumlah isian 120 hingga 130 potong tahu basah.

Sedangkan untuk tahu goreng, dirinya menjual seharga Rp700 untuk ukuran tahu goreng besar dan Rp500 per potong untuk ukuran tahu goreng kecil.

"Naik semuanya harga barang produksi, jadi mau bagaimana lagi? Kalau tidak diikuti, kami yang kewalahan, sedangkan pemerintah belum bisa berbuat banyak," kata dia.

Sementara itu salah seorang pedagang tahu Ardi mengaku tak hanya ukuran saja yang dikurangi tetapi harga jual kepada konsumen juga kini mulai di naikan oleh para pedagang di pasar tradisional di Pekanbaru.

Hal ini membuat sebagian konsumen yang merupakan pedagang gorengan mengeluh karena ukuran dan harga jual yang tinggi. "Karena harga kedelai itu tidak kunjung turun jadi ukuran dikurangi sama pengrajin tahu. Lah kita yang jual kepada masyarakat mau tidak mau ya ikuti aturan mainnya. Kalau tidak kami bisa gulung tikar disaat situasi seperti sekarang ini, "tuturnya.(yls)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota

 

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Curanmor di Mandau Terbongkar, Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku dan Motor Curian

Polisi mengungkap dugaan curanmor di Mandau, Bengkalis. Tiga terduga pelaku diamankan dan satu unit Honda…

1 jam ago

Salat Istisqa Digelar di 15 Kecamatan, Wali Kota Pekanbaru Harapkan Hujan Padamkan Api

Pemko Pekanbaru dan warga menggelar Salat Istisqa di 15 kecamatan saat udara memburuk. Hujan rintik…

2 jam ago

Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Hentikan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Besok

Kabut asap kian tebal dan kualitas udara memburuk. Pemkab Kuansing meliburkan seluruh sekolah mulai Kamis…

2 jam ago

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

2 hari ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

3 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

5 hari ago