belasan-kepala-opd-belum-temui-pj-wako-pekanbaru-muflihun
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penjabat Wali Kota (Wako) Pekanbaru Muflihun menyentil sebagian bawahannya para kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Belasan atau sekitar sepertiga dari seluruh kepala OPD (45 OPD) belum menemui dirinya untuk berkoordinasi.
Muflihun sudah mengemban tanggung jawab sebagai Pj Wako Pekanbaru selama tiga pekan terakhir. Begitu dilantik oleh Gubernur Riau (Gubri), dia langsung fokus menggesa penanganan masalah sampah, banjir dan jalan rusak yang selalu dikeluhkan warga.
Koordinasi untuk mencari solusi atas tiga persoalan utama itu dilakukan bersama anak buahnya pada kepala OPD. Namun, ternyata masih ada para kepala OPD yang sampai sekarang belum datang bertemu dengan pria yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPRD Riau ini.
"Masih ada kepala OPD yang belum ketemu saya. Padahal saya sudah tiga pekan menjabat sebagai Pj Wali Kota. Sekitar 30 persen atau sepertiganyalah kepala OPD yang belum menemui saya," ungkap Muflihun, Rabu (22/6).
Dia mengingatkan, seharusnya antara kepala OPD dengan Pj Wako terkoneksi agar urusan pelayanan masyarakat terselesaikan dengan baik. "Kepala OPD itu kan ditunjuk dan dilantik oleh wali kota. Kita tak usah bicara person, tapi wali kota nya ya. Saya tak akan manggil, silahkan datang dong," tegasnya.
Ditanya soal siapa saja para kepala OPD yng belum berkoordinasi dengan dirinya ini, Pj Wako Pekanbaru tak menyebutkan. "Persentasenya saja, sekitar 30 persen itulah," jawabnya.
Apakah kepala OPD yang sulit berkoordinasi ini akan dievaluasi, dia menjawab diplomatis. Namun ditegaskannya, evaluasi akan berkaitan dengan kinerja di masing-masing OPD. "Kalau evaluasi wajarlah ya, saya saja dievaluasi. Namun saya masih melihat kinerja, kalau memang tak selesai ya wajar dievaluasi," singkatnya.(ali)
Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…
Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.
Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.
Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…
Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…
SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.