Categories: Pekanbaru

140 TPS Ilegal, hanya 48 yang Resmi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Tumpukan sampah masih banyak ditemui di pinggir jalan-jalan dalam Kota Pekanbaru. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) pekanbaru mendata ada sebanyak 140 TPS ilegal yang menyebar di 15 kecamatan.

Sekretaris DLHK Kota Pekanbaru Reza Fahlevi tidak menampik masih banyak titik TPS ilegal tersebut. Menurutnya, jumlah TPS ilegal ini terus bertambah karena ada oknum yang membuang sampah sembarangan.

”Sampah pun menumpuk di lokasi luar TPS resmi yang kami tetapkan. Kami langsung perintahkan operator untuk mengangkut begitu ada tumpukan,” ujarnya, Senin (22/4).

Ia sebutkan, TPS ilegal mencapai ratusan titik di Pekanbaru.

”Total, ada 140 titik TPS ilegal yang tersebar di 15 kecamatan,” ungkapnya.

Jumlah TPS ilegal ini dikatakannya lebih banyak dari jumlah TPS resmi yang ditetapkan oleh DLHK  Pekanbaru. ”Total jumlah TPS resmi yang kami tetapkan hanya 48 titik,” katanya.

Sementara itu, pantauan Riau Pos, tumpukan sampah terlihat di beberapa ruas jalan. Seperti di Jalan Gulama Kecamatan Marpoyan Damai, Jalan Pesantren Kecamatan Kulim, jalur lambat Jalan HR Soebrantas, persisnya di depan gedung Riau Televisi dan sejumlah jalan alternatif dan protokol lainnya.

Kondisi ini menyebabkan wajah Kota Bertuah menjadi jorok. Apalagi, karena lama terangkut, di beberapa titik sampah sudah penuh dengan belatung. Belum lagi sampah berserakan hingga menghambat aliran drainase dan menyebabkan banjir di kawasan tersebut.

Salah seorang pengendara di Jalan Kulim, Yanto mengaku sangat menyayangkan dengan kondisi badan jalan di Kota Pekanbaru yang bukan hanya dipenuhi dengan lubang besar tetapi juga tumpukan sampah yang meluber ke badan jalan serta drainase.

Ia juga menyayangkan, minimnya usaha pengangkutan sampah dan pengawasan yang dilakukan instansi terkait terhadap tumpukan sampah ilegal itu.

”Semakin hari semakin tidak karuan permasalahan sampah di Pekanbaru ini, seakan dibiarkan padahal lokasinya sangat dekat dengan kantor pemerintahan,” ucapnya.

Ia berharap permasalahan sampah ini dapat segera diperbaiki sistemnya oleh pemerintah kota Pekanbaru agar tidak ada sampah yang berserakan di badan jalan serta kualitas para pekerja pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru dapat ditingkatkan.

”Mungkin dinas terkait bisa lebih profesional dalam melakukan pekerjaannya. Jangan hanya sekadar memaksa masyarakat untuk membuang sampah tepat waktu, tetapi lokasi tempat pembuangan sampah dan proses pengangkutannya tidak dilakukan dengan benar sehingga yang dirugikan tetaplah masyarakat,” tuturnya.(yls)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Bangunan Bersejarah Rohul Dibersihkan, Pj Sekda Ajak Hidupkan Goro

Pj Sekda Rohul pimpin goro Selasa Bersih di kawasan aset bersejarah Pasirpengaraian untuk menjaga kebersihan…

16 jam ago

Tinggal Tunggu SK Mendagri, 19 Desa di Rohul Siap Naik Status

Sebanyak 19 desa persiapan di Rohul tinggal menunggu penetapan kode desa dari Mendagri untuk menjadi…

20 jam ago

30 Ton Ikan Mati, DPRD Minta DLH Transparan Soal Sungai Tapung

DPRD Kampar mendesak DLH segera merilis hasil uji dugaan pencemaran Sungai Tapung setelah 30 ton…

20 jam ago

BPNT Segera Cair di Meranti, 41 Ribu KK Masuk Daftar Penerima

Sebanyak 41 ribu KK di Meranti akan menerima BPNT berupa beras dan minyak. Jumlah penerima…

20 jam ago

Mulai Jumat Ini, ASN Kuansing Kerja dari Kecamatan, Wajib Naik Sepeda!

Pemkab Kuansing terapkan WFH tiap Jumat mulai 24 April. ASN bekerja di kantor camat sesuai…

20 jam ago

146 Peserta Berebut Beasiswa Penuh YPCR 2026, Ini Tahapan yang Harus Dilewati

146 peserta mengikuti seleksi Beasiswa YPCR 2026 di PCR Pekanbaru. Dari 732 pendaftar, hanya sebagian…

21 jam ago