Warga menunjukkan atap yang lepas dari rumah usai terkena bencana angin puting beliung di Jalan Ramah Kasih, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Jumat (21/11/2025). EVAN GUNANZAR/RIAU POS
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Pekanbaru pada Kamis (20/11) malam. Di Jalan Ramah Kasih RT 05 RW 14, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, sebanyak 15 rumah warga mengalami kerusakan. Beberapa atap rumah bahkan terlepas dan berterbangan hingga ke pekarangan.
Seorang warga yang juga menjadi korban, Abdul Halid, menyebut musibah itu terjadi begitu cepat. “Ada beberapa rumah warga yang terkena angin puting beliung. Kita hanya bisa pasrah dan ikhlas,” ujarnya, Jumat (21/11).
Camat Tenayan Raya, Abdul Barri, turun langsung meninjau lokasi pada Jumat pagi. Ia melihat kondisi rumah-rumah yang terdampak, terutama bagian atap yang rusak berat. Menurutnya, saat ini pihak kecamatan tengah melakukan pendataan. Diperkirakan sebanyak 15 kepala keluarga (KK) terdampak kejadian tersebut. “Beberapa rumah mengalami kerusakan cukup parah, tapi tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Warga lainnya, Ari, mengatakan angin semalam memang sangat kencang. Kondisi lingkungan yang minim pepohonan membuat angin mudah menghantam rumah-rumah warga.
Di tengah sisa hujan yang menyisakan bau tanah basah dan puing seng berserakan, warga kini mulai mencoba bangkit. Mereka menata ulang barang yang masih bisa diselamatkan dan memperbaiki bagian rumah yang rusak.
Sebelum sore menjelang, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Camat Abdul Barri sudah menyalurkan bantuan sembako berupa mi instan, minyak goreng, sarden, biskuit, teh celup, dan gula. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) terkait rencana rehabilitasi rumah yang rusak. “Untuk nilai kerusakan nanti akan dinilai oleh Dinas Perkim,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kota Pekanbaru, Iwa Gemino, menyebut cuaca ekstrem tersebut menyebabkan empat rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Rumah milik Halitasibuan, Imam, Puput, dan Teja Ningrat mengalami kerusakan berat mulai dari atap terbang hingga dinding yang roboh akibat terpaan angin.
BPBD telah turun ke lapangan untuk mendata kerusakan sekaligus kebutuhan dasar warga terdampak. Satu penghuni rumah diketahui mengalami luka setelah terkena puing bangunan. “Tim BPBD bersama camat sedang membersihkan lokasi dan mendata kerusakan,” kata Iwa.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, juga telah menerima laporan terkait kejadian tersebut. Ia bersyukur tidak ada korban jiwa. “Anginnya memang sangat kencang. Setelah menerima laporan, saya minta camat, BPBD, dan Perkim langsung turun membantu warga,” ujarnya.
Agung mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama di tengah cuaca yang sering berubah tiba-tiba. “Jika hujan deras disertai angin kencang, sebaiknya tetap di dalam rumah dan tidak keluar dulu,” pesannya.
Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…
Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…
DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…
Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…
Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…