Satu unit kapal Ro-Ro Bahari Nusantara yang batal masuk lintasan akibat masih dalam proses docking di Pakning, Bengkalis. ABU KASIM/RIAU POS
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Menyambut arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah yang tinggal sekitar dua pekan lagi, Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkalis melakukan pembenahan di sektor darat, khususnya di pelabuhan penyeberangan Ro-Ro.
Persiapan dilakukan untuk memastikan kelancaran transportasi penyeberangan selama periode Lebaran. Awalnya, armada yang direncanakan beroperasi sebanyak enam kapal. Namun, satu kapal dipastikan batal masuk lintasan sehingga hanya lima kapal yang siap melayani pemudik.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Bengkalis, Edi Kurniawan, Selasa (3/3), menyampaikan bahwa kapal tambahan yang tidak jadi beroperasi adalah KMP Persada Nusantara milik PT JN.
Sementara itu, lima kapal yang dipastikan melayani arus mudik dan balik yakni KMP Mutiara Pertiwi 2 milik PT ALP dengan kapasitas 30 mobil, KMP Permata Lestari 3 milik PT ALP berkapasitas 24 mobil, KMP Swarna Putri milik PT JN dengan kapasitas 30 mobil, KMP Bahari Nusantara milik PT JN berkapasitas 28 mobil, serta KMP Sereia Domar milik PT SRL dengan kapasitas 30 mobil.
Selain kesiapan armada, Dishub Bengkalis juga melakukan penataan di Terminal Dermaga RoRo Sungai Selari-Pakning. Perubahan dilakukan pada sistem antrean dan jalur kendaraan guna meningkatkan pelayanan.
Jika sebelumnya antrean sepeda motor berada di sisi kiri dermaga, kini dialihkan ke sisi kanan atau tepat di depan terminal. Untuk kendaraan roda empat, jalur kedatangan diarahkan ke sisi kiri dermaga dengan lima jalur mobil dan satu jalur khusus truk cold diesel. Satu jalur memiliki kapasitas hingga 20 mobil dan ditargetkan sudah beroperasi mulai 1 Maret.
Menurut Edi, langkah ini difokuskan pada penataan infrastruktur darat guna mendukung kelancaran angkutan Lebaran, terutama di Pelabuhan Sungai Selari Sungai Pakning yang mengalami cukup banyak perubahan.
Pengaturan ulang sirkulasi kendaraan masuk dan keluar menjadi perubahan paling signifikan, baik untuk roda dua maupun roda empat di Terminal Dermaga RoRo Sungai Selari-Pakning.
Penataan serupa juga dilakukan di Pelabuhan RoRo Air Putih Bengkalis. Akses terminal kini dipisahkan agar tidak lagi bercampur dengan jalur keluar penumpang, sehingga proses bongkar muat tidak terganggu. (ksm)
Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…
Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…
Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…
Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…