DIDEREK: Petugas Dinas Perhubungan menderek mobil yang mengalami kecelakaan beruntun di Jalan Tuanku Tambusai depan Lapangan Sampoerna, Labuh Baru Barat, Payung Sekaki, Pekanbaru, Senin (21/10/2019). *3/Mirshal/Riau Pos
(RIAUPOS.CO) — Kecelakaan beruntun kembali terjadi, setelah Sabtu lalu terjadi di Jalan Hang Tuah, kini kecelakaan terjadi di Jalan Tuanku Tambusai depan Lapangan Sampoerna, Labuh Baru Barat, Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Senin (21/10).
Salah seorang saksi mata Safriyal (45) yang baru saja mengantar anaknya ke MDA kepada Riau Pos mengatakan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.
“Saya lagi santai karena baru saja mengantar anak saya yang kelas IV itu ke MDA. Tiba-tiba terdengar bunyi bam. Setelah saya lihat sebuah mobil sedan melaju kencang dari arah terminal Tipe A Bandar Raya Payung Sekaki menuju simpang SKA yang keadaanya padat,” jelasnya.
Kemudian, mobil Avanza yang di belakang itu menabraknya. Disusul oleh mobil Innova, Grandmax dan terakhir mobil Panther. Di belakangnya dua sepeda motor menghantam mobil Panther.
“Untung di belakang sepeda motor itu tidak ada mobil. Kalau ada entahlah. Sementara dua mobil yaitu sedan dan Avanza kabur. Begitu pula dengan dua pengendara sepeda motor itu karena takut berhadapan dengan polisi,” ucapnya.
Selanjutnya, tiga mobil yang berada di lokasi itu tampak rusak parah khususnya mobil Panther yang sempat terbakar. Beruntung, berhasil diselamatkan warga.
“Pengemudi yang mengalami luka parah itu dari mobil Panther. Karena luka di bagian kening dan kaki. Kami larikan ke RS Muhammadiyah namun tidak sanggup kemudian dibawa ke RS Prima,” kata lelaki paruh baya yang bekerja sebagai pembengkel.
Lalu, sekitar pukul 15.00 WIB pihak Dinas Perhubungan datang untuk menderek mobil yang mengalami kecelakaan itu. “Mobil yang diderek Dishub itu mobil Panther dan Granmax. Innova bisa jalan. Selain itu tampak terlihat saling berkoordinasi untuk diselesaikan secara kekeluargaan,” sebutnya.
Menanggapi hal itu, Kasat Lantas Polresta Pekanbaru AKP Emil Eka Putra membenarkan adanya penyelesaian secara damai atau kekeluargaan. “Informasi dari piket laka tadi pagi sudah selesai secara kekeluargaan, karena laka negatif korban jiwa dan langsung berdamai di tempat,” paparnya.
Adapun mobil yang terlibat yaitu mobil Kijang Innova warna hitam metalik BM 1307 FK yang dikemudikan oleh RG (52). Mobil Daihatsu Grand Max BM 8825 TG dikemudikan EM (41). Mobil Isuzu Panther warna putih nopol tidak diketahui yang dikemudikan oleh AR (21).
Untuk kerugian materil, mobil Kijang Innova warna hitam BM warna hitam metalik BM 1307 FK mengalami kerusakan pada bagian belakang dan bagian depan. Lalu mobil Daihatsu Grand Max BM 8825 TG mengalami kerusakan pada bagian depan dan belakang. Kemudian mobil Isuzu Panther warna putih nopol tidak diketahui mengalami kerusakan pada bagian depan.(*3/ade)
Laporan MUSLIM NURDIN, Kota
Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…
Dampak kabut asap karhutla di Pelalawan sebabkan 2.220 warga terserang ISPA. Pemkab Pelalawan menyiagakan posko…
Kualitas udara Bangkinang masuk kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap karhutla. Dinkes Kampar mencatat…
Gagal meraih poin di laga pembuka, PSPS Pekanbaru fokus melakukan evaluasi total jelang laga kandang…
Grand Elite Hotel Pekanbaru menghadirkan promo menu nusantara Ayam Goreng Serundeng Sambal Bawang lezat buatan…
Badan Gizi Nasional menindak tegas 1.276 SPPG dengan menghentikan sementara operasionalnya akibat belum memenuhi kriteria…