Categories: Pekanbaru

IKA Faperika Unri Bincang Santai Bahas Kemaritiman Riau

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (IKA Faperika) Universitas Riau (Unri), mengadakan bincang santai memperingati Hari Maritim Nasional di On Jom Ngopi, Jalan Adisucipto, Pekanbaru, Rabu (21/8).

Menurut Ketua IKA FaperikaUnri, Baikal SPi MSi bincang santai ini membahas manfaat  sumber daya alam (SDA) maritim untuk kemakmuran masyarakat Riau. Ia menuturkan kegiatan ini juga bertujuan untuk melahirkan pemikiran, ide dan topik dalam mengatasi masalah kemaritiman. “Bincang santai ini juga bertujuan untuk  dapat melahirkan ide, pemikiran juga topik,” ungkap Baikal.

Agenda ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua PW NU Dr Ir H Deni Elizon MSc yang juga merupakan dosen Faperika Unri. Selain itu turut hadie juga Sekretaris Daerah Provinsi Riau H Ahmad Syah Harrofie dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau Ir Hermab MSi.

Sementara itu, Baikal berharap kegiatan bincang santai ini bisa terus berlangsung setiap bualnnya untuk saling berdiskusi dan memberikan saran terkait masalah kemaritiman. “Kami berharap, kegiatan ini bisa dilaksnakan dua kali satu bulan, kita adakan audiensi dengan alumni, dinas dan akademisi,” pungkas Baikal.

Selain itu, Deni menjelaskan jika Indonesia memiliki potensi besar dibidang kemaritiman dan kelautan. Pasalnya Indonesia memiliki jumlah pulau hingga beribu-ribu serta memiliki garis pantai terpanjang kedua di Indonesia. “Ini potensi luar biasa yang kita miliki,” tutur Deni.

Tak hanya itu, Deni menyampaikan jika oembangunan banyak berorientasi pada pembangunan di daratan. Padahal pembangunan di lautan juga tak bisa dipandang sebelah mata.

“Kawasan pesisir laut, potensinya luar biasa. Apakah itu SDA maupun jasa lingkungan seperti, pelabuhan, jalur transportasi dan wisata bahari. Kenapa kita tidak manfaatkan itu,” kata Deni.

Herman juga mengatakan  jika pihak dinaa kelautan dan perikanan akan dibuat sistem zonasi di Riau dimana laut harus memikiki peraturan daerah (perda). “Ke depan siapa pun yang mau mengelola laut tanpa zonasi akan dipidana. Kita akan susun zonasi untuk ke depannya,” jelas Herman.

Herman menambahkan, ke depan pihaknya akan berfokus pada budidaya berkelanjutan. Hal tersebut dilatarbelkangi dengan minyak bumi di Riau yang semakin menipis. “Fokus kedepannya budidaya berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara itu, Ahmad Syah mengatakan  pemerintah orovinsi memberikan kepedulian yang besar untuk wilayah kemaritiman Riau. Seperti di pesisir Pulau Rupat, Bengkalis, Rohil dan lain-lain dalam bentuk oenjagaan dan pengawasan nelayan Riau dari serbuan nelayan-nelayan asing daerah perbatasan.

“Dinas perikanan kita sudah pro aktif memberikan perlindungan nelyan kita dari serbuan nelayan di daerah perbatasan,” kata Ahmad Syah.(*2)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

4 jam ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

5 jam ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

5 jam ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

5 jam ago

SMAN 1 Bangkinang Juara HSBL 2026, SMAN Plus Riau Takluk 60-45 di Final

SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…

6 jam ago

3 Hektare Lahan Gambut di Kampar Terbakar, Petugas Masih Berjuang Padamkan Api

Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…

6 jam ago