Pj Wako Pekanbaru Muflihun beserta jajaran meninjau normalisasi Sungai Sail yang dilakukan dengan menggunakan alat berat amfibi di Jalan Datuk Setia Maharaja, Selasa (21/5/2024). (MHD AKHWAN/RIAU POS )
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru Muflihun SSTP MAP meninjau normalisasi Sungai Sail di Jalan Parit Indah, Selasa (21/5). Pengerjaan normalisasi mulai dari jembatan di Jalan Harapan Raya hingga jembatan di Jalan Parit Indah.
Normalisasi Sungai Sail ini bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS). Orang nomor satu di Kota Bertuah ini mengatakan, normalisasi atau pengerukan anak sungai ini sudah dimulai sejak sebulan yang lalu. Bahkan pengerukan yang dilakukan tampak hampir selesai. Alat berat amfibi diopetasikan seorang operator.
Pengerukan dilakukan dari dasar sungai. Sampah dan pasir dipindahkan ke tepian Sungai.
”Jadi kita melakukan pengerukan Sungai Sail ini ada MoU dengan BBWSS pusat. Ada kawasan yang menjadi tanggung jawab pemko Pekanbaru,” ujar Muflihun.
Ia menyebut, pengerukan dilakukan dengan mengambil sedimen Sungai Sail sekitar 1 meter hingga 1,5 meter. Diharapkan, pengerukan yang dilakukan Pemko Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dapat mengantisipasi banjir.
”Kita berharap pengerukan 1 meter sampai 1,5 meter ini dapat menampun air lebih banyak dan mengantisipasi terjadinya banjir,” ungkapnya.
Dijelaskannya, pengerukan Sungai Sail yang menjadi tanggung jawab Pemko Pekanbaru mulai dari Jembatan Parit Indah sampai dengan Jembatan Harapan Raya. Sementara dari Jembatan Harapan Raya ke Sungai Siak menjadi kewenangan BBWSS.
”Kalau kita sudah mulai sekitar satu bulan lebih, lebih kurang 6 Km Sungai Sail yang menjadi tanggung jawab pemko Pekanbaru,” jelasnya.
Dirinya juga berharap, normalisasi yang dilakukan dapat dilakukan berkelanjutan dan berkesinambungan. Sehingga pada saat mus hujan, bencana banjir dapat dihindari.
Selanjutnya Muflihun meninjau perbaikan di Jalan Padat Karya, Kelurahan Pematang Kapau, Kecamatan Kulim, Pekanbaru. ”Sebelumnya jalan ini cukup rusak, meski keterbatasan anggaran tetapi kami tetap fokus baik di overlay, jalan berlubang dan tambal sulam dan ada ruas jalan yang kita lakukan,” tutupnya.(ilo)
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…