Categories: Pekanbaru

Awasi Prokes di Objek Wisata

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru memastikan sebanyak 35 objek wisata yang beroperasi di Kota Pekanbaru akan terus diawasi oleh Satgas Covid.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru, Nurfaisal melalui Sekretaris Disbudpar Ardiansyah Eka Putra mengatakan, pihaknya hanya mengeluarkan rekomendasi komitmen terhadap TDUP. Namun, penerapan protokol kese­hatan (prokes) Covid-19 oleh pengelola objek wisata yang tersebar di berbagai titik akan diawasi oleh tim Satgas Covid-19 Kota Pekanbaru.

Pasalnya, saat ini seluruh pengurusan (izin) satu pintu ke DPMPTSP, dan Dinas Pariwisata sebagai tim teknis melihat kesesuaian standarisasi usaha pariwisatanya, sesuai dengan sektor usahanya.

Terdapat berbagai macam objek wisata, di antaranya cagar budaya dan taman rekreasi yang saat ini telah diizinkan untuk memberikan layanan kepada masyarakat dengan syarat wajib menerapkan protokol kesehatan seperti menyediakan area mencuci tangan, mewajibkan seluruh masyarakat dan petugas yang berada di lokasi memakai masker, menjaga jarak, serta membatasi jumlah pengunjung.

“Di prokes itu ada timnya, satgas namanya. Kalau untuk prokes itu melalui satgas, kalau kami Dinas Pariwisata ke standar usaha pariwisatanya. Komitmen terhadap TDUP. Tetap kami masuk di dalam itu (Satgas, red). Tetapi lebih ke satgas, karena di satgas ada Tim Gakkum nya. Di satgas ada bidang-bidangnya. Nanti rekom satgas seperti apa, baru dibahas di tim," tegasnya.

Jangan Matikan Usaha Masyarakat
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menegakkan aturan terkait pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dengan tanpa tebang pilih. Namun pemko juga diingatkan untuk tidak sampai mematikan usaha masyarakat.

Hal ini disampaikan politisi Demokrat ini kepada wartawan usai meninjau tempat wisata Asia Heritage, di Rumbai Pekanbaru, Jumat (21/5). Tempat obyek wisata yang baru saja dibuka ini langsung ditutup pemerintah karena membeludaknya pengunjung tanpa prokes yang ketat.

Azwendy mengaku sangat mengapresiasi adanya tempat wisata baru ini di Kota Pekanbaru. Kehadirannya diharap menjadi destinasi baru liburan masyarakat. "Kan tak harus ke Sumbar lagi. Di Kota Pekanbaru sekarang ada beberapa tempat wisata baru, jadi harus kita dukung bersama," katanya.(ayi/rio/gus)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Didukung Alat Canggih, RSUD Arifin Achmad Sukses Lakukan Clipping Aneurisma

RSUD Arifin Achmad Riau berhasil melakukan tindakan clipping aneurisma pada pasien stroke usia 19 tahun…

15 menit ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Program Rp100 Juta per RW Tetap Dilaksanakan

Pemko Pekanbaru memastikan program Rp100 juta per RW tetap berjalan tahun ini dengan pola pengusulan…

21 menit ago

Kapolda Riau Tinjau TKP Gajah Sumatera Dibunuh, Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah

Kapolda Riau meninjau TKP dugaan pembunuhan gajah sumatera di Pelalawan dan memastikan penyelidikan dilakukan serius…

18 jam ago

Tradisi Mandi Balimau 2026, Muara Lembu Disiapkan Jadi Lokasi Utama

Pemkab Kuansing merencanakan tradisi mandi balimau jelang Ramadan dipusatkan di Kelurahan Muara Lembu, namun masih…

18 jam ago

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

2 hari ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

2 hari ago