Categories: Pekanbaru

Buat Posyandu Mirip Taman Kanak-Kanak

(RIAUPOS.CO) — Untuk datang ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), tak jarang anak-anak enggan diajak ke tempat layanan tersebut. Bahkan banyak di antara mereka menolak untuk diimunisasi maupun ditimbang, guna melihat tumbuh kembang anak. Sehingga perlu usaha ekstra bagi petugas posyandu dan orang tua agar anak-anak mau diperiksa.

Banyak hal yang menyebabkan anak-anak tidak menyukai posyandu. Hal ini diungkapkan oleh Pendongeng Nasional Agus Djava Sodik yang kerap disapa Kak Agus.

Menurutnya Kak Agus, anak-anak takut dengan posyandu karena memiliki citra tempat kesehatan yang berisi tentang suntik atau berbagai hal yang membuat mereka tidak suka ketika dibawa ke posyandu.

‘’Banyak anak-anak tak mau ke posyandu, takut disuntiklah, takut ditimbang dan lain-lain,’’ kata Kak Agus saat memberikan materi pada pelatihan mendongeng di Pustaka Soeman HS, Pekanbaru, Senin (20/5).

Kak Agus menyarankan agar posyandu dibangun sedemikian rupa menyerupai taman kanak-kanak (TK). Sehingga ketika datang ke posyandu pemikiran anak-anak tentang posyandu akan berubah.

‘’Posyandu harus kelihatan seperti taman bermain. Ayo ubah paradigma dan singkirkan rasa takut anak untuk ke dokter atau posyandu,’’ ujar Kak Agus.

Selain itu, Kak Agus juga menambahkan, agar anak-anak betah di posyandu dan mau mengikuti rangkaian kegiatan pemeriksaan kesehatan dan meningkatkan minat baca anak-anak sejak usia dini. Sebaiknya di posyandu disediakan pojok literasi untuk anak-anak.

‘’Posyandu dilengkapi pojok buku. Dibuat play group anak-anak. Biar mereka baca buku dan main-main. Yuk, kita ciptakan agar anak-anak mau ke posyandu,’’ ajak Kak Agus.

Dengan mengubah penampilan posyandu seperti taman kanak-kanak akan membuat imajinasi anak semakin terbuka, sehingga anak-anak tertarik untuk datang ke posyandu tanpa paksaan.

‘’Kita bikin posyandu menarik. Buat imajinasi anak-anak berkhayal di sana. Kalau perlu tiru aja konsep taman kanak-kanak. Kalau anak-anak senang, akan lebih mudah membuat mereka mau diperiksa tanpa susah payah,’’ pungkas Kak Agus. ‘’Yang penting mereka senang dulu,’’ tambahnya.(*2/rnl)

Laporan Marrio Kisaz, Kota

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

3 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

3 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

4 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

4 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

4 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

4 hari ago