Categories: Pekanbaru

Ketahanan Pangan Dibangun Berbasis Pembangunan Perkotaan

KOTA (RIAUPOS.CO) – Pemko Pekanbaru berusaha menciptakan ketahanan pangan dengan menerapkan kebijakan pangan berbasiskan pada pembangunan perkotaan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Pekanbaru H Maisisco, Ahad (21/4) menjelaskan, kebijakan ini merupakan kebijakan yang menunjang terciptanya ketahanan pangan yang mengacu pada realitas perkotaan.

”Terdapat sejumlah kebijakan pangan di bidang perkotaan yang dilakukan oleh Kota Pekanbaru. Di antaranya adalah basis penguatannya bukan pada luas lahan yang digarap, melainkan pada pelaksanaan intensifikasi dan pemanfaatan teknologi,” kata Maisisco.

Ditambahkannya, penguatan kebijakan pangan ini tidak mungkin sama dengan kebijakan di wilayah kabupaten. Karena faktanya, luas lahan yang tersedia di Pekanbaru memang relatif terbatas.

”Keterbatasan ruang itulah yang mengharusnya upaya pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi sangat penting,” jelasnya lagi.

Apalagi dalam pengaplikasiannya di Kota Pekanbaru, hampir sebagian besar aktivitas kebijakan di dalam ketahanan pangan memanfaatkan ruang yang terbatas.

Misalnya saja, saat ini, petani lokal sudah banyak yang mengembangkan pertanian dengan pola hidroponik, banyak juga yang memanfaatkan keterbatasan lahan dengan memanfatkan pekarangan dan memperkuat intensifikasi.

Pihaknya berharap ke depannya, pemanfaatan teknologi dapat mengambil peranan dalam penguatan ketahanan pangan.

”Kita harus mengacu pada kota-kota besar lainnya. Seperti di Jepang, Korea, yang masyarakatnya sudah memanfaatkan atap rumah sebagai lahan terbas untuk menanam bahan kebutuhan pangan keluarga,” kata dia.

Maisisco mengaku sudah melihat beberapa inovasi yang dilakukan para petani dan pegiat tanaman pangan di Kota Pekanbaru yang memanfaatkan peran teknologi sebagai sarana mengatasi terbatasnya lahan.

DKP mencatat setidaknya, saat ini total 23 persen dari keperluan pangan lokal disuplai dari petani dan kelompok masyarakat lokal.

Hal ini menunjukkan masih banyak peluang yang bisa diambil untuk meningkatkan hasil pangan sekaligus diharapkan bisa mendukung penanganan kawasan rawan pangan.

”Diharapkan sembakin banyak petani lokal yang sukses menerapkan sejumlah metode penanaman dengan maksimal lahan di perkotaan ini sehingga ketahanan pangan dapat terjaga,” tuturnya.(ayi)

Redaksi

Recent Posts

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

9 jam ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

17 jam ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

17 jam ago

Gaji Juni dan Gaji Ke-13 ASN Rohul Cair Bulan Ini

Pemkab Rohul menyiapkan anggaran Rp90,67 miliar untuk pembayaran gaji Juni, gaji ke-13 ASN, dan Siltap…

17 jam ago

40 Bikers Honda Adu Kemampuan di Safety Riding Regional Competition 2026

Sebanyak 40 bikers Honda dari berbagai komunitas mengikuti Safety Riding Regional Competition 2026 di Kampar…

17 jam ago

RS Awal Bros Pekanbaru Raih Penghargaan Menteri Kesehatan atas Capaian Imunisasi Nasional

RS Awal Bros Pekanbaru menerima penghargaan Menteri Kesehatan RI atas capaian layanan imunisasi program terbanyak…

18 jam ago