Categories: Pekanbaru

Polisi Temukan Dugaan Kekerasan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kasus kematian tahanan di Mapolsek Bukit Raya sampai saat ini masih menjadi misteri. Belakangan, Subdit Jatantras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menemukan adanya dugaan kekerasan terhadap tahanan tewas bernama Dimas Fernanda (25) tersebut.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Kasubdit Jatanras Kompol Indra Lamhot Sihombing, Kamis (21/3). Diungkapkan Indra, tim dari Ditreskrimum Polda Riau bersama Forensik RS Bhayangkara sebelumnya telah melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam dalam rangka autopsi, pada 3 Maret 2024.

Prosesnya dilakukan dengan ikut disaksikan oleh pihak keluarga dari Dimas. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan ada tanda kekerasan pada jenazah Dimas.

“Dari informasi dan koordinasi Dokkes Polda Riau ataupun tim Dokkes yang melakukan ekshumasi diduga adanya tanda-tanda kekerasan, salah satunya di bagian kepala bagian belakang. Ada di beberapa (bagian lainnya), nanti hasilnya kita menunggu dari pihak Dokkes,” kata Kompol Indra.

Saat ditanya apakah ada dugaan Dimas meninggal dunia karena dianiaya di dalam sel oleh sesama tahanan, Indra menyebut ada dugaan demikian. ”Dugaannya demikian, dan hasil penyelidikan disimpulkan benar adanya dugaan tersebut. Sekarang sudah tingkat penyidikan dan dalam waktu dekat ini kami akan menetapkan tersangka,” paparnya.

Ia menuturkan, sejumlah pihak sudah diperiksa untuk dimintai keterangan. Termasuk tahanan Polsek Bukit Raya sejumlah lima orang. Untuk diketahui, Dimas merupakan tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dalam jabatan. Ia menghembuskan nafas terakhir pada November 2023 lalu.

Saat hendak dimandikan, jenazah korban memiliki sejumlah luka lebam. Tidak hanya itu, pada bagian kepala juga mengeluarkan darah dan leher patah. Hal inilah yang membuat pihak keluarga kemudian melaporkan kejanggalan tersebut.

Kuasa Hukum dari keluarga almarhum Dimas, Muhammad Abdu Harahap saat dikonfirmasi mengaku sudah mendapat informasi soal hasil pemeriksaan jasad korban. Menurutnya, secara garis besar, memang ada indikasi dugaan kekerasan yang dialami korban.

“Saksi-saksi sudah (diperiksa), tahanan sudah diperiksa. Pokoknya dalam waktu dekat ada tersangka bang. (Karena) garis besarnya forensik (menyebut) ada kekerasan,” papar Abdu Harahap, dihubungi lewat telepon beberapa waktu lalu.

Ia menuturkan, selain dugaan pidana, pihaknya juga melapor ke Propam Polda Riau, soal dugaan kelalaian dari personel Polsek Bukit Raya. Kabarnya, ada dua orang penyidik yang sudah dinonjobkan.(gem)

Laporan AFIAT ANANDA, Pekanbaru

Redaksi

Recent Posts

Verifikasi Berkas 153 Calon Kades di 54 Desa se-Rohul Diumumkan 27-28 Oktober 2026

Dinas PMPD Kabupaten Rokan Hulu mengingatkan panitia Pilkades serentak di 54 desa untuk menjaga netralitas…

1 jam ago

Aroma Busuk Mirip Telur dan Gas Bocor Resahkan Warga, DLHK Pekanbaru Telusuri Sumber Bau

DLHK Kota Pekanbaru menurunkan tim ke sejumlah kecamatan guna menelusuri sumber bau menyengat menyerupai gas…

2 jam ago

Kabur Usai Cabuli Murid Oknum Guru di Pelalawan Diburu Polisi dan Masuk DPO

Polres Pelalawan menetapkan oknum guru berinisial HS sebagai DPO atas dugaan kejahatan seksual terhadap murid…

2 jam ago

Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unri, Prof Yesi Soroti Peran Akuntansi Manajemen di BUMDes

Prof Yesi Mutia Basri SE MSi Ak CA PhD resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang…

3 jam ago

Buntut Video Viral Diduga LGBT, Satpol PP Pekanbaru Panggil Pengelola Kafe Laksamana Muda

Satpol PP Kota Pekanbaru memanggil pengelola Kafe Laksamana Muda dan orang-orang dalam video viral yang…

3 jam ago

Tampil di Forum CAFEO ke-44 Bandung, Plt Gubri SF Hariyanto Raih Pengakuan ASEAN Engineer

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mencatatkan sejarah sebagai Gubernur pertama di Indonesia yang meraih pengakuan…

3 jam ago