Categories: Pekanbaru

Pengelolaan Sampah di TPA Tak Maksimal

RUMBAI (RIAUPOS.CO) — Pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar, Rumbai  tak bisa berjalan maksimal. Pasalnya, dari delapan alat berat yang ada, hanya dua yang berfungsi. Sementara, enam lainnya rusak berat.  

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Sigit Yuwono, Kamis (17/12) lalu menilai bahwa Pemko Pekanbaru belum sanggup menangani tumpukan sampah yang ada di TPA. Ini berdasarkan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan ke sana. "Kita sudah sidak ke TPA karena ada masyarakat yang mengadu sampah di sana menumpuk. Truk antre panjang. Itu gara-gara alat pemko rusak. Alatnya cuma ada dua dan satunya rusak," kata dia. 

Tumpukan sampah ini terjadi di tepi jalan masuk TPA. Sedangkan di  bagian tengah TPA masih tampak kosong. "Antrean truk lama menunggu pembongkaran. Makanya pemko harus ada kebijakan jangka panjang dan pendek," jelasnya.

Hanya dua alat yang berfungsi jelas membuat bongkar muat sampah di TPA jadi lambat.  "Alat dipakai satu hari, rusaknya seminggu. Akhirnya menumpuk lagi, ngantre lagi. Alat berat sudah tua, ada delapan unit, tapi yang bagus cuma dua," imbuhnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru ketika dikonfirmasi tak menampik memang alat berat yang ada TPA sebagian besar mengalami kerusakan. "Enam sudah mati total sejak 2017 dan 2018. Alat itu ada sejak 2012. Rusak kita perbaiki, rusak lagi hingga rusak total. Tinggal dua.  Dua ini rusak hidup-rusak hidup," jawabnya. 

Diakuinya, hanya dua alat berat yang berfungsi memang menimbulkan kesulitan dalam pengelolaan sampah di TPA. "Yang rusak excavator dan buldozer. Karena rusak terjadi antrean pembuangan di TPA itu. Kita jika terjadi kerusakan alat itu memperbaiki alat dan merental alat supaya tetap berjalan lancar," imbuhnya. 

Di TPA Muara Fajar rata-rata harian sampah yang masuk antara 700 hingga 800 ton. Agus berjanji, sampah di masyarakat tetap diambil namun ditumpuk dahulu di depan pihak ketiga yang bekerja sama dengan pemko. "Setelah lancar dibuang ke TPA," jelasnya. 

Agar pengelolaan sampah di TPA bisa maksimal, dia menyebut perlu minimal empat alat berat yang berfungsi, yakni dua buldozer dan dua excavator. Untuk tahun 2021, pengajuan pengadaan alat berat baru sudah dilakukan. 

"Tahun 2021 kita sudah ajukan untuk penambahan, excavator dan buldozer. Ini akan didukung dengan memperbaiki dan rental," singkatnya.(yls)

Laporan: M ALI NURMAN (Rumbai)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Raih 53 Suara di Sidang Senat, Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor UNRI Periode 2026-2030

Dekan Fakultas Teknik Prof Ahmad Fadli ST MT PhD resmi terpilih sebagai Rektor Universitas Riau…

3 jam ago

Banding Ditolak PT Riau, Abdul Wahid Resmi Layangkan Memori Kasasi ke Mahkamah Agung

Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid resmi mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung usai hukuman…

3 jam ago

Wako Agung Nugroho Tegaskan Pemko Siap Sinergi dengan Polda Riau Ancam Izin THM Nakal

Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho mendukung penuh Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat dalam…

4 jam ago

Kualitas Udara Memburuk, Disdik Pekanbaru Kembali Terapkan PJJ 14–15 Oktober

Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru kembali memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari, 14–15 Oktober…

4 jam ago

Usung Tema Gema Melayu Riau, Tim Dance SMAN 5 Pekanbaru Pukau Penonton

Tim dance SMAN 5 Pekanbaru tampil memukau pada ajang Aqua DBL Dance 2026 Riau di…

22 jam ago

Diselimuti Fog dan Kabut Asap, 12 Penerbangan Bandara SSK II Pekanbaru Sempat Delay

Campuran fenomena fog dan kabut asap memicu penundaan 12 penerbangan di Bandara Internasional SSK II…

23 jam ago