Rumah Singgah Tuan Kadi yang berada di tepian Sungai Siak merupakan cagar budaya, Pekanbaru, Selasa (21/10/2025). (MHD AKHWAN/RIAUPOS.CO)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menata wajah warisan sejarahnya agar tetap lestari dan menarik bagi wisatawan. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), sejumlah cagar budaya di Kota Bertuah akan dibenahi tanpa menghilangkan nilai aslinya.
Kepala Disbudpar Kota Pekanbaru, Akmal Khairi, menyebutkan bahwa tahap awal pembenahan akan difokuskan pada Rumah Singgah Tuan Kadi, yang berlokasi di kawasan bersejarah Kecamatan Senapelan. Bangunan ini merupakan salah satu peninggalan penting dalam perkembangan Islam dan perdagangan masa lampau.
“Untuk tahap awal kita fokus di Rumah Singgah Tuan Kadi. Kami akan merapikan plang cagar budaya, serta memperbaiki bagian dalam rumah seperti karpet dan perlengkapan lain yang mulai usang,” ujar Akmal, Selasa (21/10/2025).
Ia menambahkan, perbaikan ini tidak hanya bertujuan menjaga kekokohan bangunan, tetapi juga menjadikannya spot wisata foto yang menarik bagi pengunjung.
“Bentuk aslinya tetap kita pertahankan. Kita hanya menambah fasilitas pendukung agar tamu yang datang lebih nyaman dan tidak cepat bosan,” imbuhnya.
Program pembenahan ini rencananya akan mulai dilaksanakan tahun depan. Selain Rumah Singgah Tuan Kadi, beberapa situs budaya lain di Pekanbaru juga akan masuk dalam daftar perawatan rutin.
Melalui langkah ini, Disbudpar berharap warisan budaya Pekanbaru tetap lestari dan semakin diminati wisatawan.
“Perawatan cagar budaya ini bagian dari upaya kami meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Kota Pekanbaru,” tutup Akmal.(ilo)
Atlet difabel asal Rokan Hulu, Niken, sukses meraih empat medali di ASEAN Para Games 2025…
Pemkab Inhu lakukan tes urine terhadap 29 anggota Satpol PP sebagai langkah deteksi dini narkoba…
Enam pelaku pencurian dengan kekerasan di Jalan Lingkar Pasirpengaraian ditangkap polisi. Aksi mereka sempat meresahkan…
Oknum anggota DPRD Pelalawan jalani pemeriksaan usai ditetapkan tersangka kasus dugaan penggunaan ijazah milik orang…
Dua warga Alam Panjang, Kampar, diamankan usai kepergok mencuri 54 tandan sawit. Pelaku diserahkan warga…
DPUPR Meranti menyusun prioritas peningkatan dan rekonstruksi jalan 2026 pascapergeseran anggaran, sejumlah ruas terpaksa ditunda.