Categories: Pekanbaru

Lewat Hearing di Dewan, Masalah Fasos di Perumahan Ini Tuntas

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Setelah bertahun-tahun polemik antara warga yang tinggal di Villa Karya Bakti Hausing, yang minta kepada Pengembang untuk Fasilitas Sosial (Fasos), akhirnya terwujud di ruang Komosi IV DPRD Kota Pekanbaru. Lewat hearing, Selasa (20/10/2020) pengembang mengikhlaskan dan diputuskan lahan seluas 9×25 meter dijadikan fasos.

Agar tidak menjadi persoalan di kemudian hari, penyerahan ini dilakukan diatas kertas bermaterai yang ditandatangani oleh pengembang selaku pemilik lahan dengan Warga komplek disaksikan oleh Anggota DPRD Kota Pekanbaru Komisi IV dan perwakilan dari Dinas Perkim dan DPMPTSP Kota Pekanbaru, serta pihak pengembang villa. 

Penandatangannya dilakukan di lokasi villa, di Jalan Karya Bakti Ujung Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki – Pekanbaru, setelah hearing di DPRD. 

"Akhirnya persoalan lahan fasos ini selesai. Pihak pengembang bersedia menghibahkan tanahnya seluas 9×28 meter untuk keperluan fasos masyarakat komplek villa yang sempat diributkan sebelumnya," ucap Ketua Komisi IV Sigit Yuwono kepada wartawan usai hearing. 

Hearing ini dipimpin Sigit selaku Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Sigit Yuwono, didampingi Wan Agusti, Nurul Ikhsan, Masni Ernawati dan Robin Eduar dan Rois. Dari Pemko diwakilkan oleh Dinas Perkim dan DPM-PTSP Kota Pekanbaru, yang juga ikut ke lapangan. 

Dengan sudah dipenuhi tuntutan warga ini oleh pengembang, yang difasilitasi oleh komisi IV, Sigit mengaku bersyukur. Karena jika menilik ke belakang masalah nya sudah lama sekali hingga selesai hari ini. 

Sigit menjelaskan, pada dasarnya persoalan lahan Fasos ini terjadi pada tahun 2009 saat pembangunan Villa akan dibangun. Dalam perjalanannya, warga hanya diberikan fasilitas umum saja oleh pihak pengembang, hingga akhirnya menuntut Fasos. 

Dengan selesainya persoalan ini fasos yang dikeluhkan oleh masyarakat ini, ke depan, dia meminta jika ada masalah jangan dibawa ke ranah hukum. 

"Ada masalah, selesaikan persoalan dengan jalan musyawarah dan mufakat," pinta sigit

Sementara itu, pihak pengembang Villa KBH, Budi Dermawan, membenarkan jika persoalan fasos ini sudah selesai. Pihaknya sudah merelakan lahan seluas 9X25 meter untuk dihibahkan menjadi fasos. 

"Kita hibahkan tapi dengan syarat kedepan tidak ada lagi permasalahan yang sama di kemudian hari," begitu harapannya. 

Oleh karena itu, ditegaskan Budi, sekarang ini tidak ada persoalan dengan masyarakat.

“Sebab kita membangun perumahan ini untuk memajukan perkembangan kota Pekanbaru ini," tutupnya.

Laporan: Agustiar (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

7 jam ago

Penampilan Dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat Meriahkan HSBL

Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…

14 jam ago

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

18 jam ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

18 jam ago

Proyek Drainase Mangkrak, Jalan di Perumahan Lumba-Lumba Digenangi Air Kotor

Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…

18 jam ago

Kabel Semrawut di Pekanbaru Bakal Ditanam Bawah Tanah, Penataan Dilakukan Bertahap

Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…

18 jam ago