Categories: Pekanbaru

Pemko-DPRD Ingin Turunkan Tarif PBB

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 300 persen tak hanya memusingkan warga Kota Pekanbaru. Tapi juga Pemko dan DPRD Pekanbaru yang kerap menerima keluhan warga. Untuk itu, Pemko dan DPRD Pekanbaru kompak setuju melakukan langkah-langkah menurunkan tarif PBB tersebut.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan, masyarakat Kota Pekanbaru belum sepenuhnya merasakan arti kemerdekaan selama Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) masih tinggi. Menurutnya, salah satu pekerjaan rumah utama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini adalah mencari solusi agar beban pajak masyarakat bisa berkurang.

”Kita memang sudah merdeka, tetapi belum merdeka sejati sebelum PBB-P2 di Pekanbaru turun. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada langkah yang bisa kami lakukan untuk menyelesaikan persoalan ini,” ujar Agung, Rabu (20/8).

Seperti diketahui, isu kenaikan tarif PBB-P2 hingga mencapai 300 persen belakangan menjadi sorotan publik. Kenaikan tersebut mulai berlaku sejak Januari 2024, setelah disahkan melalui perubahan Peraturan Daerah (Perda) yang diajukan pada 2023 oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Pekanbaru sebelumnya. Perubahan tarif itu juga telah disetujui DPRD Pekanbaru melalui Panitia Khusus (Pansus) Perubahan Perda Tarif PBB.

Menurut Agung, Perda tidak bisa langsung dibatalkan begitu saja. Proses revisi harus melalui pembahasan kembali bersama DPRD. Meski demikian, ia memastikan pemerintah kota sudah menyiapkan langkah-langkah meringankan

beban warga, di antaranya pemberian diskon atau stimulus. ”Kami fokus bekerja. Doakan kami amanah. Target saya, revisi tarif PBB ini bisa segera diajukan ke DPRD setelah kajian selesai,” tegasnya.

DPRD Siap Kawal

Penurunan Tarif PBB

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri memastikan pihaknya siap membahas penyesuaian tarif PBB. Hal ini menyusul kondisi terkini perekonomian dan juga aspirasi dari masyarakat.

Azwendi menekankan ia akan mengawal penurunan tarif PBB tersebut. ”Saya juga pada beberapa kali reses memang menerima keluhan dari masyarakat soal ini. Memang harapan pemerintah itu kan naik tarif dapat pula naik pada penerimaan dari sektor PBB. Akan tetapi kami melihat dari sisi pendapatan, malah terjadi penurunan,” ujarnya, Rabu (20/8).

Maka dalam waktu singkat ini, kata Azwendi, sesuai aspirasi masyarakat, pihaknya segera akan membahas penyesuaian tarif PBB tersebut. Apalagi pemko sudah memberikan sinyal serupa.(ali/end/yls)

Laporan TIM RIAU POS, PEKANBARU






Reporter: Redaksi Riau Pos Riau Pos

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

1 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

1 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

1 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

1 hari ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

1 hari ago