Categories: Pekanbaru

Persoalan Truk ODOL Tanggung Jawab Bersama

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – MASALAH truk Over Dimension Over Loading (ODOL) sudah lama dikeluhkan oleh masyarakat Pekanbaru. Hal ini dinilai tidak sesuai dengan kondisi jalan, sehingga jalan menjadi hancur dan bergelombang, lalu banyak menimbulkan dampak kecelakaan hingga menewaskan warga.

Persoalan ini langsung direspon Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru, Yuliarso. Dia mengatakan, masalah truk ODOL sudah dibahas dalam Rakornis Bidang Perhubungan Darat Provinsi Riau 2021 oleh Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IV Provinsi Riau-Kepri, pekan lalu.

Dalam giat itu, disampaikan Yuliarso, membahas masalah ODOL dan upaya menciptakan wilayah nihil ODOL seperti ditegaskan Kementerian Perhubungan yang berkomitmen 2023 Indonesia harus bebas kendaraan ODOL.

Disebutkannya, giat Rakornis ini dihadiri langsung oleh perwakilan Kementerian Perhubungan sebagai pemrakarsa, Dirlantas Polda Riau, BP2JN, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, Organda dan instansi terkait lainnya.

"Ya, ini merupakan kebijakan nasional untuk kepentingan yang lebih luas dan masyarakat banyak, maka kami akan dukung sepenuhnya," ujar Yuliarso kepada wartawan, Ahad (19/12).

Dia juga menegaskan, tentu untuk mengatasi truk ODOL yang masuk jalan yang tidak semestinya perlu kebersamaan dengan semua pihak yang berwenang. Yaitu bersama-sama dengan stake holder terkait dan berwenang.

"Ini kan tujuannya dalam rangka menekan terjadinya kecelakaan kendaraan, dan dampak lainnya, maka ini menjadi tanggung jawab bersama. Dan semoga hal ini dapat dimaklumi oleh para pemilik mobil ODOL tersebut dengan menyesuaikan spek kendaraannya ke standar," tuturnya.

Ditegaskan Yuliarso, Dishub Pekanbaru sesuai dengan kewenangannya, sudah melakukan banyak hal mendukung zero ODOL, di antaranya, pertama, tidak melayani uji KEUR jika tidak sesuai denga SRUT (surat registrasi uji tipe).

Lalu, disampaikannya lagi, yang kedua, menyampaikan kepada pemilik kendaraan ODOL untuk melakukan normalisasi atau kembali ke konstruksi mobil sesuai standarnya. Ketiga, melakukan sosialisasi kepada pengusaha transportasi barang dan orang atau pemilik kendaraan.

"Dan yang paling penting ialah, bersama-sama BPTD dan Dishub Provinsi, dan jajaran Satlantas Polri melakukan razia ODOL di wilayah Kota Pekanbaru, dan sekitarnya secara rutin," ungkapnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar menegaskan, supaya penanganan truk ODOL ini benar-benar ditindaklanjuti serius oleh Pemerintah Provinsi maupun kabutapen/kota se Riau, dan pusat pun diminta untuk monitoring.

"Tidak ada untung dari ODOL ini bagi daerah. Yang ada merusak jalan dari ujung-ujung ke ujung. Lihat lah, banyak korban dari jalan yang dirusak akibat dilintas ODOL ini," papar Robin.

Politisi PDIP ini pun berharap, supaya ketika sudah dibahas dalam rakornis dan sudah ada MoU, maka bisa direalisasikan dan zero ODOL 2022-2023 bisa diwujudkan.

"Harus bergerak bersama-sama, tidak bisa hanya satu Satker saja, tapi semua yang punga kewenangan mesti sejalan,"  tutupnya.(lim)

Laporan AGUSTIAR, Kota

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Makam Remaja Korban Dugaan Perundungan Dibongkar, Polisi Cari Fakta Baru

Polda Riau membongkar makam remaja yang diduga menjadi korban perundungan. Hasil autopsi akan menjadi bukti…

16 jam ago

Mobil Ayah Sendiri Digondol Anak Kandung, Polisi Bergerak Cepat Tangkap Pelaku

Pria di Kampar ditangkap usai diduga mencuri mobil dan ponsel milik ayah kandungnya. Pelaku juga…

18 jam ago

HSBL Seri Perawang Resmi Bergulir, Siak Bidik Lahirkan Wakil Tangguh ke DBL

Riau Pos-HSBL 2026 Seri Perawang resmi dibuka di GOR Tualang. Pemkab Siak berharap kompetisi melahirkan…

18 jam ago

Teror Monyet Belum Usai, Pembelajaran Daring Diterapkan Demi Keselamatan Siswa

Teror monyet liar di Tembilahan kini mengganggu aktivitas sekolah. Siswa dipulangkan dan pembelajaran daring diterapkan…

19 jam ago

Tiga Hari Dicari, Satu Korban Kapal Tenggelam Ditemukan Tewas, Satu Masih Hilang

Tim SAR menemukan Amir meninggal dunia pada hari ketiga pencarian korban kapal tenggelam di Meranti.…

19 jam ago

Pendaftaran Masih Dibuka, 830 Peserta Sudah Amankan Tempat di Gowes Merdeka

Peserta Riau Pos Gowes Merdeka 2026 telah mencapai 830 orang dari 81 komunitas. Pendaftaran masih…

19 jam ago