PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Soal kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang terjadi di Pekanbaru dan sekitar belakangan ini, DPRD Kota Pekanbaru meminta Pertamina selaku pemegang kewenangan distribusi agar bertanggung jawab atas kelangkaan yang terjadi.
"Ya, harus tanggung jawablah Pertaminanya," kata anggota DPRD Kota Pekanbaru Ruslan Tarigan, Kamis (19/11).
Penegasan ini disampaikan politisi PDI Perjuangan, karena masalah ini mulai dikeluhkan masyarakat. Ia berharap Pertamina segera merespon keluhan ini dengan baik dan menjamin ketersediaan premium.
"Ini harus menjadi atensi Pertamina. Pertamina harusnya cek lapangan dan lakukan penindakan tegas jika ada yang melakukan penimbunan, atau menjual kepada yang tidak berhak," ungkapnya.
Dikatakan Ruslan, jika Pertamina menyatakan tidak ada pengurangan jatah BBM, harusnya tidak terjadi kelangkaan.
"Logikanya begitu kan? Jika tidak ada pengurangan tapi langka, tentu ada yang salah. Maka perlu dilakukan pengawasan di lapangan," tegasnya.(gus)
Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…
Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…
BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…
Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…
Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…
Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…