PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Terjun ke bisnis kuliner akhirnya menjadi pilihan Vina dibantu suaminya Edi. Dua pasangan yang harus ikhlas menerima keputusan dirumahkan akibat dampak Pademi Covid-19.
’’Ketika dirumahkan, saya berpikir praktis saat itu, berjualan makanan menjadi alternatif pilihan pertama, karena memang hobi masak. Jika dulu saat bekerja jualan makanan hanya sambilan, sekarang saya harus lebih fokus. Mengingat ini akan menjadi ladang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Apalagi, suami saya lebih memutuskan pensiun dini dari perusahaannya, dari pada menunggu panggilan perusahaan kembali bekerja,’’ jelas Vina.
Sebelum dirumahkan, Vina dan suaminya bekerja di perusahaan media. Namun karena minimnya target pemasukan di perusahaannya, dirinya dan beberapa karyawan lagi terpaksa dirumahkan.
Ditanya perasaan ketika harus menghadapi situasi ini? Vina spontan berujar, "Kondisi begini kita harus siap survive, harus optimis dan jangan pesimis dalam menjalani hidup. Bisa menurunkan imun, jika larut dalam kesedihan bisa menurunkan daya imun tubuh. Kondisi ini akan memudahkan penyakit dan virus corana menyerang tubuh. Saya ambil hikmahnya saja, karena saya lebih banyak di rumah,’’ tambahnya.
Ditanya strategi Vina dalam memasarkan produk kuliner, sekaligus upaya memutus mata rantai penyebaran Covid dalam transaksi penjualan langsung, dikatanya, dirinya memasarkan melalui group sosial media, dan langanan dari teman-teman di kantor.
"Saya jualan, sesuai pesanan saja yang diorder teman, via sosial media, karena saya juga promokan di sana. Alhamdulillah, setiap hari ada saja yang pesan. Pokoknya tidak pernah sepi pembeli. Apapun menu sambal pesanannya, saya sudah stok bahan-bahannya. Jadi gampanglah, tinggal saya masakan, dan antar ke pelanggan,’’ ujarnya dengan nada penuh otimis.
Ditanya berapa omzet dalam sehari yang diperolehnya, Vina katakan lumayanlah. Karana bisnis kuliner, bukan hanya dapat untung, tapi makanan sehari-hari keluarga juga sudah teratasi.
"Asal kita nyakin sama yang Di Atas dalam berusaha, pasti pintu rezeki itu terbuka. Ditutup pintu rezeki yang ini, Allah akan buka pintu rezeki yang lain. Terpenting, jangan larut dalam sedih, ingat kesehatan,’’ jelasnya.
Bahkan diakuinya juga, setelah dirumahkan banyak hal bisa ditekuninya lebih serius, dan lebih fokus. Seperti suaminya yang memilih pensiun dini setelah dirumahkan, lebih bisa menekuni hobinya berladang dan memanc ikan.
"Yang dulunya hobi, bisa lebih serius ditekuni hingga menjadi bisnis yang dapat menopang kebutuhan rumah tangga. Lumayan, kalau bisa memancing udang 1 kg saja yang dibandrol Rp200 ribu. Kalau dapat banyak, lumayan jugakan perharinya,’’ tambahnya terbahak dibarengi sang suami yang ada didekatnya.
Laporan: Deslina (Pekanbaru)
Editor: Eka G Putra
Pesan Redaksi:
Mari bersama-sama melawan Covid-19. Riaupos.co mengajak seluruh pembaca ikut mengampanyekan gerakan 3M Lawan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Ingat pesan Ibu, selalu Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.
#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menggelar fun walk dalam rangka Dies Natalis ke-4 Tahun 2026 sebagai…
Sebanyak 50.681 peserta PBI JKN di Rohul yang dinonaktifkan sejak Februari 2026 mulai direaktivasi melalui…
Renovasi jembatan gantung di Tanjung Betung yang didukung Polri diharapkan memperlancar mobilitas warga dan menjadi…
PBBDD berhasil mengumpulkan 1.899 kantong darah dalam baksos donor darah di Pekanbaru, melampaui target untuk…
Insiden turis berbikini di Danau Rusa disorot tokoh adat Kampar yang mendesak pemerintah daerah memperjelas…
Satgas penertiban kabel FO telah dibentuk Pemko Pekanbaru. DPRD menunggu aksi nyata agar kota tidak…