Categories: Pekanbaru

Lima Pengedar Narkoba dari Kampung Dalam Ditangkap

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru mengamankan 155 paket kecil narkoba jenis sabu-sabu di Kampung Dalam, Jalan Khadijah Ali, Gang Koto 1, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru. Turut serta diamankan lima tersangka dua laki-laki dan tiga perempuan. Penangkapan itu melalui giat Operasi Cipta Kondisi beberapa waktu lalu.

“Benar kami telah mengamankan pengedar narkoba dari Kampung Dalam,” ucap Kasat Narkoba Kompol Deddy Herman kepada Riau Pos, Senin (19/8). Dari ke lima tersangka yang terdiri dari tiga wanita dan dua laki-laki berhasil didapat 155 paket kecil dengan total sebanyak 41.4 gram sabu-sabu.

“Rincinya 36 paket kecil narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening dipress. Berat kotor barang bukti sabu 11,5 gram didapat dari tersangka Mis (42). Juga diamankan uang penjualan Rp940 ribu,” sebutnya.

Polisi masih curiga, tim yang dipimpin oleh Iptu Noki Loviko SH MH akhirnya menggeledah sepeda motor Beat warna hitam yang berada di ruangannya. Dugaan polisi pun benar, masih adanya 119 paket kecil narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik bening dipress. Berat kotor sabu 29,9 gram dan uang penjualan Rp3.876.000.

Katanya, dikediaman Mis sedang berkumpul teman lainnya yang merupakan pengedar narkoba Yel (39), Yus (49), CP (17) dan MA (22). “Barang haram itu didapat dari laki-laki bernama Rid yang masuk daftar dalam pencarian orang (DPO). Sementara saat dicek urine, hanya tersangka Mis yang positif menggunakan narkoba. Empat tersangka lainnya negatif,” imbuhnya.

Sebagai informasi, kelima tersangka itu diamankan pada 9 Agustus 2019 pukul 14.00 WIB. Turut diamankan barang bukti satu unit dompet warna hitam, Hp Oppo Android gold, Hp Samsung warna hitam, buku rekap penjualan dan sepeda motor Beat hitam.

“Hingga kini para tersangka yang mendekam di sel itu masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk pemberkasan. Baik Mis maupun keempat rekannya akan diproses secara hukum,” ujarnya.

Perihal ditanya berapa lama menjadi pengedar narkoba, menurut Deddy jika yang berasal dari Kampung Dalam tidak ada yang mengaku berapa lama menjadi pengedar. Katanya, rata-rata baru menjadi pengedar. Intinya balik lagi pada sejarah Kampung Dalam. “Kalau ditanya pasti jawabnya baru, baru dan baru. Kalau nggak jawabannya hanya dititipin,” terangnya.

Pun katanya, barang bukti masih dilakukan uji lab. Pun jika memungkinkan akan dilakukan pemusnahan terhadap barang bukti narkoba jenis sabu-sabu. “Jika tidak dilakukan pemusnahan maka barang bukti sabu itu dibawa semua ke pengadilan,” ucapnya.(*3)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Harga Karet Kuansing Makin Nanjak, Pekan Ini Tembus Rp20.125 per Kg

Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…

11 menit ago

Sidak Kecamatan Marpoyan Damai, Wako Pekanbaru Minta Pelayanan Lebih Cepat

Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.

21 jam ago

Distankan Pekanbaru Periksa 3.754 Hewan Kurban, Belum Temukan Kasus Penyakit

Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.

21 jam ago

Tiga Wakil Rektor Umri Dilantik, Siap Perkuat Tata Kelola Berstandar Internasional

Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.

21 jam ago

Unri Lepas 1.891 Wisudawan, Alumni Diminta Jaga Nama Baik Almamater

Universitas Riau mewisuda 1.891 lulusan dan mengajak alumni menjadi generasi adaptif, inovatif, serta berdaya saing.

21 jam ago

Polres Bengkalis Menang Praperadilan Kasus Karhutla di Rupat Utara

PN Bengkalis menolak gugatan praperadilan kasus karhutla dan menguatkan keabsahan proses penyidikan Polres Bengkalis.

1 hari ago