Categories: Pekanbaru

DPRD Minta Pemprov Serius Evaluasi BUMD

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau meminta agar pemerintah membentuk tim khusus, guna melakukan evaluasi total Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pasalnya, kondisi BUMD yang ada masih mengkhawatirkan. Itu terlihat dari setoran deviden yang dihasilkan, belum sesuai harapan. Apalagi belakangan hampir semua BUMD masih meminta bantuan penyertaan modal dari pemerintah. Permintaan itu disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Riau Suhardiman Amby kepada Riau Pos, Ahad (19/5).

Kata Suhardiman, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan rapat pembahasan di internal komisi mengenai kondisi BUMD.

‘’Ya sejak dahulu kami khawatir. Apa yang salah dengan BUMD kita? Tidak pernah memberikan deviden yang baik. Padahal kita tau tidak ada kekurangan apapun dari BUMD. Kalau modal disuntik terus. Proyek, sebanyak itu proyek pemerintah kenapa enggak bisa kelola dengan baik? Ini yang buat kita heran,” pungkasnya.

Dari catatan pihaknya, ada 3 BUMD yang masih memiliki rapor merah. Ketiganya adalah PT PIR, PT PER dan PT Riau Airlines. Khusus untuk PT Riau Airlines, pihaknya justru sudah menyarankan sejak jauh-jauh hari agar ditutup saja. Karena sudah sangat jelas hanya membuat rugi keuangan pemerintah. Apalagi jenis usahanya saat ini dikatakan Suhardiman, bisa dikatakan hampir tidak ada.

“Sebetulnya hampir merata ya. Padahal semua kendali ada di pemerintah. Proyek pemerintah punya kenapa tidak dikelola BUMD? Kenyataannya memang cukup mengkhawatirkan ya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selain PT RAL, adapun PT PIR saat ini juga bisa dikatakan perusahaan sakit. Dimana laba atau pemasukan ke daerah sama sekali tidak sesuai ekspektasi. Padahal penyertaan modal yang telah diberikan oleh daerah cukup banyak. Begitu juga dengan PT PER. Kondisinya lebih mengkhawatirkan dibanding PT PIR. Jika terus dibiarkan, apalagi seluruh BUMD setiap tahun selalu meminta penyertaan modal, maka pemerintah akan selalu dirugikan.

Atas dasar itu, dirinya meminta pemerintah serius untuk melakukan evaluasi total terhadap seluruh BUMD yang ada. Bila perlu dibentuk tim khusus yang di dalamnya ada pemerintah, DPRD, tim ahli dari berbagai universitas. Kemudian melakukan pembahasan secara merinci tentang bagaimana nasib BUMD tersebut kelak. Jika tidak memungkinkan beroperasi atau hanya terus menerus meminta suntikan modal, dirinya menyarankan agar ditutup saja.(nda)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Dari Koto Gasib ke Pekanbaru, SeSuKa Bike Siap Gowes di Fun Bike Riau Pos 2026

Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…

22 jam ago

DPRD Minta Satpol PP Pekanbaru Lebih Tegas Tertibkan Usaha dan Bangunan Liar

Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…

22 jam ago

Vandalisme, Geng Motor, hingga Curanmor Lintas Provinsi Diungkap Polresta Pekanbaru

Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…

23 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

2 hari ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

2 hari ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

2 hari ago