PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berhentikan sementara Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra dari jabatannya.
Dedy Khairul Ray saat ini ditunjuk sebagai Plh Direktur RSD Madani menggantikan Arnaldo Eka Putra. Pemberhentian sementara ini terhitung sejak, Selasa (17/9) kemarin.
Adapun pemberhentian yang bersangkutan dari jabatan direktur rumah sakit tersebut, karena kedisiplinan dan akuntabilitas. Inspektur Inspektorat Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang menjelaskan yang bersangkutan diberhentikan karena kedisiplinan dan akuntanbilitas. Dia mencontohkan salah satu penyebabnya karena tak hadir saat ada undangan kepala daerah.
“Seperti yang sudah dijelaskan pak Pj Wali Kota ya soal kedisiplinan dan akuntabilitas. Kita tak bisa menjelaskan semuanya, namun kemarin kita periksa itu, misal yang bersangkutan ada beberapa tak menghadiri agenda rapat atau pertemuan bersama kepala daerah atau wali kota dan ada hal lainnya. Padahalkan urgent itu,” ujarnya Kamis (19/9/2024).
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Pekanbaru Irwan Suryadi menjelaskan, pemberhetian Arnaldo Eka Putra sebagai Direktur RSD Madani untuk kelancaran pemeriksaan terkait disiplin. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru saat ini tengah mengevaluasi pelayanan rumah sakit daerah tersebut.
“Memang yang bersangkutan diberhentikan sementara terkait disiplin, tata kelola rumah sakit dan lainnya,” sambung Irwan Suryadi.
Satlantas Polres Pelalawan membagikan 250 paket makanan kepada pengendara yang terjebak antrean panjang akibat proyek…
Bupati Siak Afni menemui Wapres Gibran di Pekanbaru untuk memperjuangkan hak Dana Bagi Hasil daerah…
Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…
Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…
Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…
Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…