Sejumlah murid Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah melihat secara langsung lahan kosong yang terbakar di Jalan Sri Gemilang, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Rabu (17/7/2024). (MHD AKHWAN/RIAUPOS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar di Jalan Sri Gemilang, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai terbakar, Rabu (17/7) sore. Diduga, lahan terbakar akibat adanya aktivitas warga yang membakar sampah di dekat lokasi lahan kosong.
Kebakaran yang terjadi di dekat salah satu sekolah pendidikan agama Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) tersebut membuat panik warga sekitar. Pasalnya, api dengan cepat membakar semak belukar yang kering di tengah cuaca panas Kota Pekanbaru.
Menurut salah seorang warga sekitar Nova, kobaran api dengan asap yang cukup tebal jelas membuat panik warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran.
Tak hanya warga sekitar, lahan kosong yang dibakar oleh pemilik lahan itu juga membuat para murid MDTA yang ada di dekat lokasi panik dan berhamburan keluar dari tempat belajar agama tersebut.
Melihat aksi pembakaran lahan kosong tersebut, sejumlah warga mendatangi lokasi dan meminta pemilik lahan untuk memadamkan api karena dikhawatirkan akan semakin merembet ke lahan kosong yang ada disekitarnya.
Apalagi mengingat saat ini Kota Pekanbaru sedang memasuki musim kemarau. Sehingga dikhawatirkan kebakaran lahan kosong akan meluas dan menyebabkan masalah terhadap lingkungan sekitar.
”Kami panik karena apinya cukup besar. Jadi kami datangi pemilik lahan untuk memadamkan api dari sampah yang ia bakar sebelumnya sehingga merembet ke lahan kosong yang ada di sekitarnya. Tapi pemilik lahan merasa tidak bersalah dan tidak mau memadamkan api sehingga kami ambil tindakan sendiri dengan mematikan apinya secara manual,” ucap Nova.
Lanjutnya, mesikpun pihak pemilik lahan tidak merasa bersalah dengan aksinya, namun masyarakat sekitar sangat peduli terhadap lingkungan sekitar sehingga menegur oknum pembakaran lahan dan tidak segan melaporkan ke pihak terkait.
Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait lahan di Kecamatan Marpoyan Damai yang dibakar oleh oknum masyarakat. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru Zarman Candra mengatakan bahwa Kota Pekanbaru tengah memasuki musim hidrometeorologi yang merupakan bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembapan.
Bentuk bencana hidrometeorologi berupa kekeringan, banjir, badai, kebakaran hutan, longsor, angin puyuh, gelombang dingin, hingga gelombang panas dan meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
”Warga dapat melakukan pengaduan bencana melalui call center BPBD dengan menghubungi 08117651464. Warga dapat melaporkan bencana melalui call center tersebut,” katanya.(ayi)
Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…
Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.
Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…
Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…
Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.