Categories: Pekanbaru

Shinta Temukan Obat Senyawa Baru dari Jamur

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Program Pascasarjana Universitas Riau (PPs Unri) melaksanakan ujian promosi Doktor Mahasiswa S3 Prodi Ilmu Lingkungan atas nama Dewi Yudiana Shinta yang akrab dipanggil Shinta di Gedung Serbaguna PPs Unri, Selasa (16/7).

Dalam ujian promosi doktor yang dipimpin Direktur PPs Unri Prof Dr Ir Thamrin MSc ini, Shinta mempresentasikan disertasi dengan judul Optimalisasi Produksi Penentuan Struktur dan Uji Bioaktifitas Senyawa Metabolit Sekunder Jamur Endofit Sporothrix sp Strain Lokal.

Disertasi Dosen STIKes Perintis Padang ini diuji oleh Prof Saryono MSi, Dr Yusmarini MP, Dr Hilwan Yuda Taruna MSi Apt, Dr dr Dedi Afandi DFM SpF DBE, Prof Dr Ir Feliatra DEA, Prof Dr Ir Thamrin MSc dan penguji eksternal Dr Ardinis Arbain MS yang berasal dari Universitas Andalas Padang.  

Shinta memaparkan hasil dari penelitian disertasinya yaitu menemukan senyawa obat baru yang diproduksi dari jamur endofit Sporothrix sp yang diisolasi dari Umbi Dahlia (Dahlia variabilis).

‘’Penelitian ini bertujuan untuk menemukan sumber bahan baku obat anti mikroba baru yang alami, efektif dan tidak resisten dengan menganalisis aspek ekologi, ekonomi dan sosial lingkungan,’’ ujar Shinta. Hasil disertasi ini melahirkan 1 paten sederhana, 2 publikasi di jurnal internasional terindek scopus dan 1 artikel di prosiding internasional terindek.

Shinta  dosen tetap STIKES Perintis Padang ini juga mengatakan, infeksi jamur dapat disebabkan dari faktor lingkungan dan higiene buruk seperti Candida Albicans yang menyebabkan beberapa penyakit yaitu penyakit infeksi mulut dan keputihan pada wanita. Banyak pengobatan penyakit yang disebabkan oleh jamur C. Albicans tidak berhasil karena terjadinya resisten dan bersifat hepatotoksik. Pemakaian antimikroba yang tidak mengikuti aturan menyebabkan terjadi resistensi.

‘’Resistensi antimikroba ini memerlukan adanya penemuan obat baru yang lebih efektif dengan toksisitas rendah. Salah satu upaya dalam memenuhi keperluan obat dan mengatasi resistensi obat tersebut dengan mencari dan memproduksi obat baru dari berbagai sumber baik tumbuhan maupun mikroba yang menjadi latar belakang dari penelitian disertasi ini,’’ kata Shinta.(rul/c)

Editor: Eko Faizin
 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

2 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

2 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

2 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

2 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

3 hari ago