Categories: Pekanbaru

Minyak Goreng Sulit Didapat, Awasi Spekulan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Adanya keluhan masyarakat terkait masih sulitnya mendapatkan minyak goreng murah ditanggapi anggota DPRD Pekanbaru. Pemerintah diminta untuk mengawasi aksi para spekulan.

"Sangat disayangkan jika distribusi minyak goreng murah di pasaran Pekanbaru masih sulit didapatkan. Bahkan sekarang langka pula di ritel. Kami patut pertanyakan program ini," kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru Arwinda Gusmalina kepada wartawan, Kamis (17/2).

Oleh karena itu, untuk mengetahui apa persoalan yang terjadi di tengah masyarakat kini, Arwinda akan berkoordinasi dengan anggota Komisi II untuk memanggil Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) dan juga para pengusaha ritel dan bukan tidak mungkin akan dilakukan sidak lapangan.

Arwinda mengkhawatirkan kondisi ini merupakan ulah oknum spekulan yang sengaja menimbun minyak goreng. Arwinda minta pemerintah, dalam hal ini Pemko Pekanbaru untuk lebih peduli dengan persoalan yang dialami masyarakat saat ini. Dan dia meminta pemerintah lebih pintar dari para swasta yang hanya mengejar keuntungan.

Dia juga menegaskan, supaya pemerintah mampu menjamin ketersediaan migor, dan bisa menjalankan amanat pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Ditambah lagi bulan Ramadan 1443 H sudah semakin dekat, tentu ini dimintanya harus menjadi perhatian.

"Kami selaku wakil rakyat, akan selalu berjuang bersama rakyat. Dan kami tidak akan bosan terus mengingatkan pemerintah," tuturnya.

Diyakini Arwinda, modus timbun-menimbun ini bukan lagi rahasia umum. "Kami yakin, program pemerintah ini bisa berjalan dengan baik, apabila pengawasan juga ketat. Jangan hanya pernyataan saja, tapi action sanksi penimbunnya," tegasnya.

Dibeberkan Arwinda, bahwa Kementerian Perdagangan RI menetapkan harga eceran tertinggi (HET) baru minyak goreng Rp11.500 per liter pada tanggal 1 Februari 2021 lalu.

Lebih rinci, HET untuk minyak goreng curah ditetapkan dengan harga Rp11.500 per liter, kemasan sederhana Rp13.500 ribu per liter, dan kemasan premium Rp14.000 per liter.

"Terhadap persoalan ini, kami segera panggil pengusaha ritel untuk digelar hearing. Kami minta yang datang nanti, pejabat pengambil kebijakan," tegasnya.(gus)

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

20 jam ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

23 jam ago

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…

23 jam ago

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

2 hari ago

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

3 hari ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

3 hari ago