Categories: Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Ingatkan Ancaman Banjir Akibat Drainase Tersumbat

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hujan deras yang kian sering mengguyur Kota Pekanbaru menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Ancaman genangan dan banjir dinilai masih mengintai akibat sistem drainase yang kurang baik dan belum berfungsi secara maksimal.

Kekhawatiran tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Rois, Selasa (16/12). Ia menilai, persoalan banjir yang terus berulang tidak semata-mata disebabkan faktor cuaca ekstrem, tetapi juga dipicu oleh kerusakan serta buruknya pengelolaan drainase.

Rois mengungkapkan masih banyak saluran drainase yang tersumbat, bahkan ditutup secara sengaja oleh pemilik bangunan. Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak mengalir sebagaimana mestinya dan telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan, drainase yang ditutup seharusnya dibuka kembali. Ia juga mendorong agar pelanggar dikenai sanksi guna menimbulkan efek jera.

Selain itu, Rois menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membangun sumur resapan di lingkungan tempat tinggal masing-masing sebagai salah satu upaya pencegahan banjir.

Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait, seperti BPBD, Dinas PUPR, dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Menurutnya, penyampaian informasi kepada masyarakat serta kesiapan peralatan penanganan banjir harus menjadi perhatian utama.

Rois juga memahami keterbatasan anggaran Pemerintah Kota Pekanbaru, termasuk dalam penyediaan peralatan pengendalian banjir. Karena itu, ia mendorong adanya kerja sama dengan pemerintah pusat melalui Balai PUPR yang ada di Pekanbaru.

Terkait rendahnya kesadaran masyarakat, Rois menekankan pentingnya pendekatan persuasif melalui sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, upaya tersebut lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan penertiban.

Ia menegaskan bahwa penanganan banjir tidak akan optimal jika hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kesadaran kolektif seluruh pihak karena banjir merupakan persoalan bersama yang harus ditangani secara gotong royong.(end)

Redaksi

Recent Posts

Pasokan BBM Terlambat Masuk, Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU Bengkalis

Keterlambatan pasokan BBM ke Pulau Bengkalis menyebabkan antrean panjang di SPBU. Warga juga mengeluhkan mahalnya…

5 jam ago

Bayi Gajah Sumatera Lahir di Tesso Nilo, Kondisinya Sehat dan Aktif Menyusu

Seekor bayi Gajah Sumatera betina lahir sehat di Taman Nasional Tesso Nilo. Kelahiran ini menambah…

6 jam ago

Belanja Pegawai Meranti Tembus Rp399 Miliar, Disebut Jadi Bom Waktu APBD

Belanja pegawai Kepulauan Meranti mencapai 34,37 persen dari APBD. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius…

7 jam ago

Bupati Bengkalis Tegas: Jangan Ada Titipan dan Jual Beli Kursi Saat SPMB

Bupati Bengkalis Kasmarni menegaskan SPMB 2026/2027 harus bebas titipan, jual beli kursi, pungli, dan penyalahgunaan…

8 jam ago

GMKR Riau Resmi Dideklarasikan, Usung Agenda Pengembalian Kedaulatan Rakyat

GMKR Riau resmi dideklarasikan di Pekanbaru dengan agenda pengembalian kedaulatan rakyat serta sorotan terhadap pengaruh…

8 jam ago

Pertamax Tembus Rp16.250, Antrean Pertalite di SPBU Pangkalan KerinciMengular hingga Bikin Macet

Harga Pertamax naik hingga Rp16.250 per liter memicu lonjakan antrean Pertalite di SPBU Pangkalan Kerinci,…

10 jam ago