Categories: Pekanbaru

Spanduk Dipasang, Tumpukan Sampah Berpindah

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Spanduk-spanduk bertuliskan larangan membuang sampah sembarangan disebar di beberapa titik yang kerap menjadi tempat tumpukan sampah. Hasilnya, tumpukan sampah mulai berkurang.

Seperti yang terlihat di pinggir Jalan Soekarno Hatta dekat Eco Green atau tepatnya di seberang lokasi pembangunan Pasar Induk Pekanbaru, tumpukan sampah turun signifikan sejak sepekan terakhir. Begitu juga tumpukan sampah di Jalan Labersa yang semula menumpuk hampir sepanjang 40 meter di pinggir jalan, sepekan terakhir langsung lenyap dari pandangan.

Di dua tempat ini telah dipasang spanduk larangan buang sampah. Spanduk juga dipasang di Pasar Cik Puan, Jalan Tuanku Tambusai. Sampah yang semula menggunung di samping bangunan pasar terlantar tersebut, kini hampir tidak terlihat lagi ada tumpukan sampah.

Di Jalan Darma Bakti, juga terlihat beberapa spanduk larangan membuang sampah dipasang. Hasilnya, tempat yang awalnya sampah menumpuk, kini tak ada lagi.

Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Asrizal mengatakan, pemasangan spanduk larangan ini cukup efektif mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah di dekat lokasi spanduk terpasang. Namun, diakuinya tumpukan sampah menjadi bergeser ke tempat lain.

"Memang bisa dilihat sendiri, di mana terpasang spanduk larangan, tumpukan sampahnya hilang. Cuma sekarang kan kita larang warga buang di sana, lalu warga mau buang ke mana? Mereka pun pindah buang ke tempat lain. Lihat di Eco Green yang mulai hilang, tapi di sisi lain Jalan Soekarno-Hatta muncul lagi. Hilang di Pasar Cik Puan, muncul yang baru di Siak II," ungkapnya, Kamis (16/6).

Asrizal sungkan menyebutkan soal efektivitas pemasangan spanduk tersebut ketika melihat fakta dan dinamika perpindahan tumpukan sampah di Kota Pekanbaru sepekan terakhir. Karena salah satu masalah utama pengelolaan sampah, terutama tumpukan, adalah permasalahan infrastruktur.

Asrizal menjelaskan, Pekanbaru perlu infrastruktur persampahan yang kuat untuk menangkal penumpukan pada lokasi-lokasi yang tidak dibenarkan. Infrastruktur itu adalah tempat pembuangan sementara (TPS) sampah yang terkelola dengan baik. Dengan jumlah penduduk saat ini, satu kelurahan di Kota Bertuah setidaknya menurut Asrizal butuh dua TPS. Hal inilah yang seharusnya diwujudkan. "Itu di luar jangkauan saya," tutupnya.(yls)

Laporan HENDRAWAN, Pekanbaru

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

2 hari ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

2 hari ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

2 hari ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

2 hari ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

2 hari ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

2 hari ago