Categories: Pekanbaru

76 Napi Dapat Remisi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 76 na­rapidana beragama Buddha di sejumlah lembaga pemasyarakatan di Riau mendapat remisi khusus Hari Raya Waisak, Senin (16/5). Jumlah ini berkurang sedikit dibandingkan jumlah yang diusulkan Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Riau yang mencapai 79 napi.

Kepala Kemenkum HAM Riau Mhd Jahari Sitepu menyebutkan, sempena Hari Raya Waisak kemarin, sudah selayaknyalah napi yang merayakan mendapat kebahagiaan melalui program remisi. Hanya saja, 3 dari 79 yangdiusulkan dinyatakan belum layak menerima remisi Waisak pada tahun ini. Dari total 76 itu, napi narkotika dominan.

"Narapidana kasus narkoba menjadi penerima remisi paling banyak, yaitu sebanyak 38 orang. Sisanya merupakan kasus pidana umum lainnya. Untuk kasus tipikor, tahun ini tidak ada yang mendapatkan remisi," kata Jahari, Senin (16/5).

Tidak ada satu pun napi yang mendapat remisi Waisak yang langsung bebas. Mereka mendapatkan potongan bervariasi sesuai ketentuan yang berlaku. Jahari merincikan, 7 napi mendapatkan remisi selama 15 hari,  53 orang remisinya 1 bulan. Kemudian ada 8 orang mendapatkan 1,5 bulan dan 8 napi lagi mendapatkan remisi sebanyak 2 bulan.

"Lapas Kelas IIA Pekanbaru menjadi lapas yang narapidanya paling banyak mendapatkan remisi Waisak, yaitu sebanyak 17 orang. Lalu disusul Lapas Kelas IIA Bengkalis dan Rutan Kelas IIB Dumai sebanyak 12 orang," jelasnya.

Data dari Kemenkum HAM Riau, ada 136 napi beragama Budha yang tersebar di sejumlah lapas di Provinsi Riau.  Jahari berharap, dengan adanya remisi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk dapat berkelakuan baik selama menjalani hukuman. Sehingga setelah bebas nanti, perilaku baik dapat menjadi kebiasaan agar diterima kembali di tengah-tengah masyarakat.

"Kami juga berharap agar para penerima remisi tetap berkelakuan baik selama menjalani sisa masa pidana. Selain itu, juga harus aktif mengikuti pembinaan baik rohani maupun keterampilan. Apabila nanti berbuat indisipliner, maka bisa saja hak untuk memperoleh remisi akan dicabut pada kesempatan berikutnya," ujar Jahari.(end)

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Buron ke Sumut, Dalang Pembakaran Jaring Nelayan di Rohil Akhirnya Ditangkap

Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.

3 jam ago

Antrean BBM Mengular, Pemprov Riau Ajukan Tambahan 99.700 KL Biosolar

Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…

3 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Bertanding

Sebanyak 46 tim siap bertanding di Riau Pos-Honda Student Basketball League 2026 Pekanbaru Series pada…

3 jam ago

PLN Rengat Resmikan SPKLU di Bank Mandiri, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN UP3 Rengat meresmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat untuk memudahkan pengisian daya sekaligus mendorong…

3 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Seragam Gratis Rampung Dibagikan Oktober

sebanyak 20.800 murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru akan menerima seragam gratis. Penyaluran ditargetkan…

4 jam ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 34 Pesawat dari Pekanbaru Batal

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan Pekanbaru-Jakarta. Sebanyak 34 penerbangan dari Bandara SSK II…

4 jam ago