bantuan-helikopter-penanganan-karhutla-masih-berproses
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Meskipun kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau saat ini masih bisa dikendalikan, namun Pemerintah provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait bantuan peralatan pencegahan Karhutla.
Kepala BPBD Provinsi Riau Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, hingga saat ini, bantuan helikopter dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan Karhutla di Riau masih berproses. Meski demikian, kondisi Karhutla di Riau saat ini masih kondusif.
"Karena sejak penetapan status siaga darurat Karhutla beberapa waktu lalu, kami langsung mengajukan bantuan peralatan ke BNPB, termasuk helikopter. Saat ini masih berproses," katanya.
Lebih lanjut dikatakannya, Riau memang memerlukan bantuan bantuan peralatan dari BNPB untuk menunjang operasional dalam rangka penanganan Karhutla. Namun dengan kondisi Karhutla di Riau saat ini, fasilitas yang ada sejauh ini sudah cukup mumpuni untuk penanganan di lapangan.
"Memang untuk peminjaman peralatan termasuk helikopter yang sebelumnya telah kami ajukan masih berproses. Lagi pula kondisi Karhutla saat ini cukup kondusif lah. Jadi masih bisa ditangani dengan sarana yang ada di kita," ujarnya.
Jim Gafur mengatakan, peminjaman pesawat ke BNPB untuk penanganan Karhutla di Riau akan dipakai untuk kegiatan operasional, seperti patroli. Sejauh ini, BPBD Riau masih menunggu hasil analisa dari BMKG terkait informasi seberapa kering saat kemarau tahun ini.
"Nanti, kalau dari BMKG sudah mengeluarkan info tentang potensi kemarau atau intensitas hujan sudah mulai turun, baru bantuan untuk pesawat dan heli akan kami ajukan lagi ke BNPB," terangnya.
Untuk saat ini, satu unit helikopter bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berjenis Bell 412 EP dengan nomor register PK URA sudah standby di Riau. Saat ini helikopter tersebut berada di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru. Dimana helikopter tersebut diproyeksikan untuk melakukan patroli udara untuk membantu Karhutla.
Selain untuk melakukan patroli udara, helikopter tersebut jika dibutuhkan bisa juga untuk kegiatan water boombing dengan kapasitas bucket 1.200 liter.
"Jika dibutuhkan juga bisa untuk melakukan water boombing, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau," ujarnya.(sol)
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…
Sebanyak 267 pedagang pasar subuh mendukung relokasi sementara untuk penataan Pasar Induk Tembilahan agar lebih…
Remaja 13 tahun dilaporkan tenggelam di Sungai Kampar kawasan Kuok. Tim BPBD bersama warga masih…