Categories: Pekanbaru

Pro Kontra Subsidi Elpiji 3 Kg Dicabut

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM berencana mencabut subsidi elpiji 3 kilogram (kg). Subsidi akan dicabut pada pertengahan tahun. Sebagai gantinya, pemerintah akan memberikan subsidi langsung kepada penerima manfaat atau masyarakat miskin.

Rencana pemerintah ini pun disambut pro dan kontra di kalangan DPRD Pekanbaru. Ada yang setuju dan ada yang tidak.Seperti yang disampaikan anggota DPRD Kota Pekanbaru M Sabarudi. Ia mengatakan, secara pribadi dirinya tidak menyetujui wacana pencabutan subsidi elpiji 3 kg. "Standar ukurannya, untuk membuat kebijakan itu harusnya dilakukan ketika kondisi ekonomi sudah normal," kata Sabarudi kepada wartawan, kemarin.

Jika persoalan pencabutan subsidi dikarenakan tidak tepat sasaran, politisi PKS ini menyebutkan hal itu tentu berbeda dengan persoalan di lapangan. Itu bisa diperbaiki tentu dengan keseriusan pemerintah daerah.

"Pencabutan subsidi elpiji 3 kg secara nasional jika dilakukan nanti tentu berdampak juga kepada kita yang ada di daerah. Kondisi masyarakat sekarang serba susah. Harusnya subsidinya ditambah, bukan dicabut," tegas anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru ini.

Sementara itu, anggota Komisi II lainnya Roem Diani Dewi SE MM justru mendukung wacana pemerintah menghentikan pemberian subsidi elpiji 3 kg. Dia memandang, pemerintah tidak akan menghilangkan kompensasi subsidi elpiji 3 kg untuk warga miskin. Dengan wacana ini, menurutnya, pemerintah ingin melakukan pendataan ulang dan melakukan format pemutihan skema subsidi elpiji 3 kg agar sesuai dengan yang diinginkan.

"Ini dilakukan supaya bantuan penerima tepat sasaran. Diputihkan dahulu kemudian didata ulang siapa yang menerima kompensasi untuk subsidi elpiji  3 kilogram," kata Roem.

Jika disampaikan ini untuk pendataan warga miskin sesuai dengan yang diharapkan, maka, kata politisi Demokrat ini, tentu harus didukung agar singkron dengan data BPS dan Dinas Sosial. Dari data itu, nantinya baru diketahui berapa jumlah warga miskin yang ada di daerah dan diaktifkan kartu kendali.

"Sekarang kondisi tak tepat sasaran karena kartu kendali untuk warga miskin tidak diaktifkan lagi. Pangkalan gas ada di mana-mana, sehingga pendistribusian sudah tidak sesuai dari rencana membantu warga miskin," terangnya.

Oleh karena itu, Roem juga  mendesak pemerintah supaya kartu kendali bagi warga miskin itu diaktifkan kembali seperti sediakala tentunya dengan benar. "Jika kartu kendali ini diaktifkan, maka dapat dilakukan pengawasan pendistribusiannya," jelasnya.(yls)

Laporan : AGUSTIAR

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

GPM HUT TNI AU Disambut Antusias, Warga Berburu Sembako Murah

Warga Pekanbaru antusias berburu sembako murah di GPM HUT TNI AU ke-80. Ribuan paket bantuan…

2 jam ago

Lansia Bakar Ban di Tengah Kota Pekanbaru, Protes Tak Terima Bansos Sejak 2019

Seorang lansia di Pekanbaru bakar ban di Jalan Sudirman sebagai protes tak lagi menerima bansos…

3 jam ago

Hujan Sebentar, Jalan Langsung Tergenang! Drainase Pekanbaru Jadi Sorotan

Hujan kembali picu banjir di Pekanbaru. DPRD desak perbaikan drainase menyeluruh usai insiden warga terseret…

3 jam ago

Seleksi Paskibraka Inhil 2026 Dimulai, 110 Pelajar Adu Fisik, Mental, dan Karakter

Seleksi Paskibraka Inhil 2026 resmi dimulai dengan 110 peserta. Penilaian meliputi fisik, mental, dan karakter…

6 jam ago

187 Jemaah Kuansing Siap ke Tanah Suci, Ini Lokasi Hotel Dekat Masjid Nabawi

Sebanyak 187 JCH Kuansing berangkat 30 April 2026. Hotel di Madinah hanya 30 meter dari…

23 jam ago

Dari Demo ke Penggerebekan, Dugaan Peredaran Narkoba di Panipahan Terkuak

Aksi warga di Panipahan berujung perusakan rumah dan temuan diduga sabu. Polisi selidiki kasus, Polda…

24 jam ago