BERIKAN MATERI: Dokter Spesialis RSCM Jakarta dr Siti Annisa Nuhoni Sp KFR-K (depan) memberikan materi kepada medis dan paramedis dalam seminar dan workshop yang ditaja oleh RS Awal Bros Pekanbaru, Sabtu (14/12/2019). (AWAL BROS PEKANBARU FOR RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — RS Awal Bros Pekanbaru terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh pasien. Itu sebabnya, Sabtu (14/12) RS Awal Bros Pekanbaru kembali mengedukasi masyarakat dan paramedis dalam acara seminar dan workshop Pelayanan Paliatif Onkologi pada Anak dan Dewasa untuk medis dan paramedis.
RS Awal Bros Pekanbaru menghadirkan beberapa narasumber berpengalaman di antaranya, Dokter Spesialis RSCM Jakarta dr Endang Windiastuti, SpA (K), Dokter Spesialis RSCM Jakarta dr Siti Annisa Nuhoni, Sp KFR-K, Dokter Spesialis RS Awal Bros Pekanbaru dr Cece Alfalah, SpA (K), dan Perawat Rachel House Jakarta Ns Rina Wahyuni SKep.
Ketua Panitia dr Cece Alfalah SpA(K) mengatakan, RS Awal Bros Pekanbaru sengaja menggelar kegiatan tersebut sebagai langkah dalam memberikan pengetahuan kepada tenaga medis dan paramedis, tentang pentingnya pelayanan paliatif yang merupakan pelayanan wajib untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker dan keluarganya.
Apalagi, saat ini penderita kanker lebih rendah harapan hidupnya dibandingkan dengan yang tidak menderita kanker, sehingga diperlukan peningkatan kualitas hidup pasien dan keluarganya melalui medis dan paramedis.
"Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh medis dan paramedis di Pekanbaru, tapi juga di luar daerah dan ada juga dari luar Riau. Kami berharap dengan kegiatan ini tim medis dan paramedis bisa mengetahui dan mengaplikasikan pengetahuan yang didapatkan kepada para pasien kanker," katanya.
Selain mendapatkan pemahaman melalui seminar para peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung dalam kegiatan workshop yang dilaksanakan usai kegiatan seminar. Sementara itu, dr Siti Annisa Nuhoni Sp KFR-K menjelaskan, saat ini yang juga perlu diberikan peningkatan kualitas hidup tidak hanya pasien kanker, tapi juga keluarga pasien. Sehingga ada sinergi dan upaya bersama dari keluarga pasien.
Apalagi, sejumlah pengetahuan tersebut juga harus diberikan kepada keluarga pasien, sehingga bisa saling menjaga karena bagaiamana pun keluarga pasien merupakan orang terdekat yang berada di samping pasien dan selalu bersentuhan langsung dengan pasien.
Sementara itu, Perawat Rachel House Jakarta Ns Rina Wahyuni S Kep mengatakan, para perawat harus mengetahui betapa pentingnya emosi yang dirasakan oleh pasien dan keluarganya sehingga dapat menentukan langkah pelayanan. Apalagi, emosi merupakan respon normal manusia, emosi dan perasaan adalah bagian dari informasi dan pastikan para anda merasa nyaman jika ada seseorang yang menunjukkan emosi depan Anda.
"Akui bahwa emosi tersebut perlu digali lebih dalam, sehingga pasien dan keluarga yang menggunakan emosi saat membuat keputusan dapat menentukan langkah yang akan diambil, dan pastikan anda tahu emosi yang sedang dirasakan pasien dan keluarganya," jelasnya.(das)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Pekanbaru
Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…
Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…
Vonis ringan kasus penggelapan Rp7,1 miliar di Inhil tuai sorotan. Kejari siap banding, korban kecewa…
Sebanyak 45 jemaah haji Riau yang sempat tertunda kini telah diberangkatkan ke Tanah Suci dengan…
Wako Pekanbaru jemput dukungan pusat untuk percepat waste station dan penataan TPA, dorong sistem pengelolaan…
Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo di Bekasi Timur tewaskan 15 orang. Korban terjebak hingga…