Categories: Pekanbaru

Belum Cukup Bukti, BK DPRD Belum Proses Laporan Warga

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sepanjang 2020 hingga pertengahan September2021 ini, Badan Kehormatan (BK) DPD Pekanbaru sudah menerima enam laporan terkait pelanggaran etik anggota dewan. Dari enam laporan itu, termasuk laporan warga terkait persoalan Ida Yulita Susanti yang berseteru dengan warga Jalan Irkap, yang baru-baru ini viral dan menjadi perhatian banyak kalangan.

Ketua BK DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan menyampaikan, di antara enam laporan dugaan pelanggaran etik itu, di antaranya laporan soal pengesahan RPJMD yang dilaporkan oleh 12 anggota, persoalan dugaan pencemaran nama baik oleh Ida Yulita Susanti terhadap Wakil Ketua DPRD Ginda Burnama soal mega proyek, lalu dari empat fraksi melaporkan Ketua DPRD Hamdani.

"Artinya, laporan yang masuk dan lengkap secara administrasi itu diproses. Ada sekitar  enam laporan yang masuk itu," kata Ruslan kepada wartawan, Rabu (15/9).

Lalu, ada laporan terbaru dari masyarakat, yaitu disampaikan Ruslan, adanya dugaan penganiayaan terhadap Ida Yulita oleh warga. "Ternyata warga melaporkan ke BK dan mengklarifikasi bahwa yang dilaporkan Ida ke Polres itu tidak benar. Yang katanya di keroyok, dipukul, dipijak-pijak itu disampaikan warga tidak benar, ini klarifikasi warga," papar politisi PDI Perjuangan ini.

Dengan klarifikasi ini, disebutkan Ruslan, warga juga mengadukan perbuatan itu ke BK. "Jadi dari laporan yang masuk, ada yang belum lengkap dengan alat bukti, seperti surat, rekaman dan lainnya yang bisa dijadikan bahan pertimbangan dan bukti, " tambahnya.

Untuk itu, dalam menjalankan tugas BK disebutkan Ruslan tidak bisa tendensius dan juga tidak bisa dengan menjadikan "katanya"sebagai alat, harus ada bukti-bukti yang kuat.

"Yang jelas untuk laporan warga terhadap Ida belum bisa diproses karena belum cukup bukti," papar Ruslan.

Maka dari itu, BK dalam penelaahannya saat ini masih melihat sejauh mana proses dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan wakil rakyat tersebut. Baik dari sisi moral ataupun fitnah yang nantinya dibuktikan dengan bukti bukti yang cukup.

"Kita saat ini melakukan administrasi kenegaraan terlebih dahulu, menunggu disposisi dari pimpinan DPRD, tentunya ada tenggang waktu disposisi ini sesuai aturan yang ada di tatib dan kode etik, " pungkasnya.

Dan jika tidak dilakukan disposisi? Maka ditegaskannya, pihaknya akan melakukan rapat dengan tim ahli. "Jika tak ada disposisi soal laporan warga ini, kita rapat bersama internal dan rapat dengan tim ahli, apakah laporan ini memenuhi syarat formil dalam dugaan perkara pelanggaran kode etik, apa tidak,"kata Ruslan.

Dalam menanggapi laporan yang masuk melalui BK DPRD Pekanbaru, pihaknya melakukan pendalaman laporan yang dilengkapi dengan alat bukti. Dan nantinya, baik terlapor dan pelapor akan dipanggil untuk memberikan keterangannya.

"Dari laporan yang masuk, tentu akan diselesaikan satu persatu sesuai dengan aturan yang berlaku, " tuturnya.(gus)

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

15 jam ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

18 jam ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

19 jam ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

19 jam ago

Alasan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau Mundur, Nalladia Ayu Rokan Diganti Imustiar

nalladia ayu rokan, ketua fraksi golkar dprd riau mundur dari jabatannya dan digantikan imustiar sebagai…

1 hari ago

Ribuan Pil Ekstasi Berbagai Merek Disimpan dalam Lemari Rumah, Perempuan 27 Tahun Ditangkap di Pekanbaru, Pemasok Diburu

ribuan pil ekstasi ditangkap di pekanbaru, 1.226 butir esktasi berbagai merek disimpan dalam lemari rumah,…

1 hari ago