flyover-dijadikan-tempat-nongkrong
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — TAK hanya sekadar berswafoto. Entah apa yang merasuki kawula muda di Kota Pekanbaru. Seperti tak ada tempat nongkrong, jembatan layang atau flyover pun dijadikan tempat berkumpul. Tentunya mengurangi estetika keindahan Kota Madani.
Jika sudah memasuki waktu malam, beragam jenis sepeda motor memarkirkan kendaraannya di bahu flyover Mal SKA. Tidak sebentar, namun lama. Entah untuk sekadar dibilang keren atau supaya dibilang anak nongki.
Padahal flyover dibuat untuk mengurai kemacetan.
Namun, faktanya, sesuai pantauan Riau Pos di lapangan, masih ada yang menyalahgunakan fasilitas tersebut sehingga mengganggu arus lalu lintas.
Belum lagi jika memasuki akhir pekan, flyover sudah seperti tempat parkir.
"Harusnya mereka anak muda khususnya lebih bijak dan mengetahui manfaat dari fasilitas umum. Sudah tahu flyover dibuat untuk mengurai kemacetan, eh malah pada nongkrong di situ," sebut pejalan kaki bernama Nanda, yang melalui terowongan flyover.
Dirinya pun berharap agar muda-mudi di Pekanbaru tidak nongkrong di sekitar flyover. Kemudian untuk pihak terkait seperti polisi maupun dishub, agar bisa memberi penindakan.
"Saya berharap kepada pak polisi dan dishub mereka yang masih nongkrong itu dilakukan penindakan agar tidak memanfaatkan flyover untuk tempat nongkrong atau keren-kerenan lah," pintanya.
Kasatlantas Polresta Pekanbaru Kompol Emil Eka Putra saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya terus melakukan patroli. "Kami sudah melakukan patroli dan bahkan ada yang sudah ditindak dan ditilang sepeda motornya," sebutnya.
Meski demikian, masih terlihat kucing-kucingan dengan petugas. Sehingga butuh kerja ekstra dan kesadaran dari masyarakat. "Perlu adanya kesadaran dari masyarakat khususnya remaja. Atau mungkin udah sadar, eh datang yang lain," ucapnya.
Sementara itu Kasi Waslalin Dishub Kota Pekanbaru, Randa, mengungkapkan, terkait hal tersebut pihaknya sudah melakukan imbauan serta melakukan pembersihan menggunakan mobil patroli.
"Kami sudah melakukan imbauan bahkan kami sudah patroli. Tapi ya itu tadi, jika kesadaran masih kurang akan terjadi," ucapnya.(ksm)
Laporan: SOFIAH
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…
DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.
Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…
Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…
Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…
Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…