AMBIL PASPOR: Warga mengambil paspor dari petugas Kantor Imigrasi Kelas I Pekanbaru di loket yang disediakan, Kamis (14/11/2019). (*4/said mufti/riau pos)
KOTA (RIAUPOS.CO) — Kantor Imigrasi Kelas I Pekanbaru menerapkan program layanan percepatan paspor. Layanan ini untuk mempermudah bagi pengurus paspor mulai dari pendaftaran, pembayaran hingga pengambilan paspor cuma dalam jangka waktu satu hari.
"Sesuai denga edaran Dirjen, paspor bisa siap satu hari dengan nama layanan percepatan paspor. Ketentuan pengajuan langsung datang, ada konter khusus yang kami siapkan dan itu diprioritaskan," kata Kepala Imigrasi Kelas I Pekanbaru melalui Kasi Lalulintas Keimigrasian Erwin Hendra Winata, Kamis (14/11).
Namun biaya yang harus dikeluarkan bagi pengurus paspor satu hari siap ini yakni sebesar Rp1,350 juta.
"Itu resmi. Tidak memakai calo itu. Selama tidak ada gangguan sistem, itu langsung bisa siap jika diurus pagi pengambilan foto, siang langsung bisa ambil paspornya," kata Erwin lagi.
Erwin mengatakan, program itu dimulai sejak pertengahan Oktober lalu dan akan terus berlanjut untuk ke depannya.
"Itu kan sebagai pemasukan negara. Program ini akan terus berlanjut," sambungnya.
Sejak adanya layanan percepatan paspor itu, banyak pengurus paspor yang sudah mulai menggunakan program itu.
"Bagi pengurus paspor yang ingin cepat selesai paspornya, maka kami tawarkan program ini," katanya.
Untuk saat ini, sementara waktu untuk mendapatkan informasi tersebut hanya dari pegawai dan mulut ke mulut saja.
Dibandingkan dengan pengurusan paspor secara normal, pembuatan paspor berlangsung selama 3 hari setelah pengurus paspor membayarkan ke bank.
"Kalau pengurusan normal itu biasanya 3 hari, 3 hari setelah pembayaran bukan 3 hari setelah foto. Sedangkan untuk biaya pembuatan paspornya sebesar Rp350 ribu," jawabnya.(*4)
Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…
Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…
Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…
Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…
Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…
Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…