Categories: Pekanbaru

13.784 KK “Digaji” Rp110 Ribu

(RIAUPOS.CO) — Sebanyak 13.784 kepala keluarga (KK) dari keluarga prasejahtera di Kota Pekanbaru mendapatkan bantuan pangan non tunai (BPNT). Satu keluarga mendapatkan bantuan senilai Rp110.000 per bulan. Bantuan ini bisa mereka gunakan berbelanja keperluan hidup di 69 e-Warung yang ada di Kota Pekanbaru.

Senin (14/10), Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT secara simboli menyerahkan bantuan pangan non tunai (BPNT) kepada 13.784 keluarga prasejahtera tersebut di kediaman Walikota Pekanbaru Jalan Ahmad Yani. Penerima bantuan ini adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdata di Dinas Sosial Kota Pekanbaru. Bantuan merupakan transformasi dari raskin dan rastra. KPM bisa melakukan transaksi secara elektronik di 69 e-Warung yang ada.

Wako Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT usai penyerahan bantuan mengatakan, Pekanbaru termasuk pilot project penerapan sistem ini di 44 daerah dari 500 daerah se-Indonesia. ‘’Pola bantuan jaminan sosial ini, sekarang untuk pangan jadi satu. Dan tentunya dengan bantuan teknologi IT, kita harapkan ini lebih tepat sasaran,’’ jelas dia.

Sekarang dengan sistem non tunai, potensi terjadinya penyimpangan dan penyelewengan diperkecil. ‘’Pada saat diberikan dalam bentuk uang tunai, kita khawatir belum tentu dimanfaatkan untuk pangan itu sendiri. Sementara sasaran kita untuk menambah asupan gizi bagi anak kita, kaum duafa itu betul-betul terjadi,’’ urainya.

Dijelaskan orang nomor satu di Kota Pekanbaru ini, untuk penyaluran tahun 2019 sudah dilakukan mencapai 85 persen. ‘’44 daerah kita rangking 9. Namun kita belum puas. Senantiasa bersama tim terpadu tadi kita harap kita dapat meningkatkan,’’ imbuhnya.

Diakui Wako, masih banyak kendala ditemui dalam pendataan terhadap penerima bantuan. ‘’Kendala yang banyak dijumpai, pertama validasi data cukup lama. Data yang kita terima dari pusat, ini harus bersama kita lebih teliti menggunakan data kependudukan. Dan juga basic data yang resmi dari pemerintah pusat sebagai penerima bantuan,’’ paparnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru Chairani menjelaskan, penerimaan BPNT cukup menggunakan kartu kombo untuk bertransaksi. ‘’Gunakan kartu combo untuk transaksi di e-Warung. Nanti tinggal gesek di mesin EDC,’’ ungkapnya.

Dinas Sosial sambungnya sudah melakukan verifikasi data sebanyak empat kali dalam setahun untuk meminimalisir adanya kesalahan data.’’Ini untuk antisipasi penyaluran yang tidak tepat sasaran,’’ singkatnya.(ali)

Laporan M ALI NURMAN, Kota

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

17 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

17 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

17 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

18 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

18 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

19 jam ago