Categories: Pekanbaru

Musim Hujan, Waspada Genangan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kota Pekanbaru diguyur hujan dengan intensitas lebat. Hanya saja Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru memprediksi, hujan sehari dua hari ke depan namun tidak merata di sejumlah wilayah Riau.

“Sebagian wilayah di Riau ini, akhir September dan Oktober sebenarnya kami prediksi sudah mulai memasuki musim penghujan, tetapi hujannya tidak terlalu merata dari yang kami pantau. Tetapi secara keseluruhan, sebagian besar wilayah di Riau ini sudah masuk musim penghujan,” kata Kasi data dan informasi BMKG Marzuki, Senin (14/10).

Marzuki mengatakan, untuk wilayah Kota Pekanbaru yang semalam mengalami hujan lebat, namun hanya sebagian saja. Sedangkan sebagian lagi hanya mengalami hujan intensitas sedang. “Untuk Kota Pekanbaru, hanya Rumbai, Kota, Tampan yang mengalami hujan lebat. Sementara untuk Simpang Tiga hanya mengalami hujan intensitas sangat sedikit,” terangnya.

Namun perlu diwaspadai juga kata Marzuki, ketika musim penghujan ada, sejumlah tempat akan digenangi air, terutama di dataran yang rendah  akan mengalami banjir. Untuk banjir kontiniue kata Marzuki belum ada. Namun untuk saat ini hanya berbentuk genangan karena musim penghujan baru terjadi.

Untuk potensi hujan di Kabupaten/kota di Riau, Marzuki mengatakan saat ini lebih besar potensinya daerah Riau bagian barat, pesisir dan bagian timur seperti di Dumai, Bengkalis, Meranti, Siak, Rohul dan Kampar, di daerah tersebut sudah memiliki curah hujan yang tinggi. “Wilayah tersebut dalam 1 atau 2 hari hujan, tetapi tidak tiap hari,” katanya lagi.

Riau Masih Terdeteksi Hotspot

Meskipun Riau diprediksi memasuki musim penghujan, namun data dari BMKG, Senin (14/10), mencatat ada 753 titik panas di wilayah Sumatera, sebanyak 6 wilayah terdeteksi titik api termasuk di Riau yakni 12 titik hotspot (titik panas).

“Di Riau, tersebar di 5 wilayah, yakni yang terbanyak di Inhil 5 titik, Pelalawan 3 titik, Inhu 2 titik dan masing-masing Siak dan Kepulauan Meranti 1 titik,” kata Marzuki.

Dari 5 titik tersebut berada di level confidence di atas 70 persen, artinya di 5 wilayah tersebut terjadi aktivitas kebakaran hutan dan lahan. (*4)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Masjid Al-Jami’ Rambah Jadi Lokasi Penyembelihan Sapi Kurban Presiden

Sapi kurban bantuan Presiden Prabowo berbobot 830 kilogram akan disembelih di Masjid Al-Jami’ Desa Babussalam,…

12 jam ago

Musda PPM Riau Tetapkan Suhardiman Amby Jadi Ketua Umum Secara Aklamasi

Bupati Kuansing Suhardiman Amby resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPM Provinsi Riau dalam…

12 jam ago

Koperasi Merah Putih Hadir di Siak, Warga Desa Diharapkan Rasakan Manfaat Langsung

Koperasi Desa Merah Putih di Siak diresmikan sebagai upaya memperkuat ekonomi desa dan menjaga stabilitas…

12 jam ago

SMKN Pertanian Pekanbaru Gandeng DUDI Sinkronkan Kurikulum dengan Dunia Kerja

SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru bersama DUDI menggelar penyelarasan kurikulum guna meningkatkan kompetensi lulusan sesuai kebutuhan…

13 jam ago

Sambut Waisak 2026, KBI Riau Salurkan Puluhan Paket Sembako di Kawasan Candi Muara Takus

KBI Riau membagikan 40 paket sembako kepada warga sekitar Candi Muara Takus dalam rangka menyambut…

13 jam ago

Menjelang Iduladha, Penjualan Hewan Kurban di Pekanbaru Mulai Menggeliat

Menjelang Iduladha 1447 Hijriah, peternakan hewan kurban di Pekanbaru mulai ramai pembeli meski tantangan usaha…

13 jam ago