Categories: Pekanbaru

Macet Akibat IPAL, Dishub Klaim Monitor

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru dinilai sangat  meresahkan warga. Terutama para pengendara.

Pasalnya, proyek IPAL tersebut membuat arus lalu lintas menjadi macet. Karena penyempitan badan jalan. Selain itu, kerap terjadi banjir. 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, Yuliarso mengatakan, untuk pembangunan IPAL ini harus kita syukuri. Karena tidak semua kota ada pelaksanaan IPAL. Itu suatu hal yang luar bisa bagi Kota Pekanbaru.

"Terkait dengan kondisi kecamatan ini, kan memang tidak permanen. Tetapi, intinya pihak kontraktor sudah berkoordinasi dengan Dishub. Tinggal nanti kami melakukan rekayasa-rekayasa lalu lintas. Mungkin di titik-titik tertentu itu harusnya tidak terjadi penumpukan selama pengerjaan," ujar Yuliarso kepada wartawan belum lama ini. 

Ditambahkannya, kontraktor sudah berkoordinasi dengan Dishub Pekanbaru. Pihaknya pun  akan terus memonitornya kondisi lapangan yang terjadi. 

Wahyu, warga di wilayah Kecamatan Sukajadi meminta agar bekas pengerjaan proyek IPAL bisa segera rampung . Selain mencegah kemacetan, warga juga mengeluhkan akibat proyek IPAL banyaknya drainase yang berada di wilayah pengerjaan IPAL menjadi tersumbat akibat tanah galian IPAL masuk kedalam drainase. 

Hal senada juga dikatakan Rudi. Ia menuturkan,  jalanan yang semula mulus kini menjadi rusak parah seperti berlubang dan juga bergelombang. Bahkan,  diperparah lagi dengan tersumbatnya sejumlah drainase akibat tanah galian IPAL yang masuk ke parit. 

"Selain sampah yang menumpuk didalam drainase, kini ditambah lagi dengan tanah atau pasir bekas galian IPAL. Ini bisa kita lihat di sepanjang Jalan KH Ahmad Dahlan tempat dilaksanakannya pengerjaan IPAL,"ujar Rudi. (dof)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Kuansing Dapat Tambahan Dana Rp70 Miliar, Gaji PPPK dan TPP ASN Jadi Prioritas

Kuansing mendapat tambahan dana Rp70 miliar dari Kemenkeu. Dana diprioritaskan untuk gaji ASN, PPPK, dan…

42 menit ago

290 Bilik Santri Ludes Terbakar, Bupati Kampar Langsung Turun ke Ponpes Syekh Burhanuddin

Kebakaran menghanguskan 290 bilik santri Ponpes Syekh Burhanuddin Kampar. Pemkab bergerak cepat mendirikan tenda dan…

1 jam ago

Harga Kelapa Anjlok, Ratusan Mahasiswa dan Petani Kepung Kantor Bupati Inhil

Ratusan mahasiswa dan petani kelapa menggelar aksi di Kantor Bupati Inhil. Mereka mendesak pemerintah memperjuangkan…

3 jam ago

7.341 PKH dan 10.428 Sembako Kemensos Proses Penyaluran, Terlibat Pinjol dan Judol Tak Lagi Mendapat Bantuan

Penerima bansos di Siak menurun pada triwulan III. Dinsos menyebut pindah, pinjol hingga judol sebagai…

3 jam ago

Pasien Koma Meninggal Usai Dirujuk ke Pekanbaru, Keluarga Ungkap Kronologinya

Video pasien koma viral di media sosial. Keluarga menyoroti lamanya proses rujukan, sementara RSUD Bagansiapiapi…

3 jam ago

14 Tim Basket Kampar dan Rohul Berebut Juara di Riau Pos-HSBL 2026

Sebanyak 14 tim basket pelajar Kampar dan Rohul siap bertarung di Riau Pos-HSBL 2026 Seri…

3 jam ago