Satpam Jadi Pengedar Narkoba
KOTA (RIAUPOS.CO) — Pria berkostum orange itu kini menjadi tahanan Polsek Payung Sekaki karena ulahnya menjadi pengedar barang haram ekstasi. Pekerjaannya sebagai satpam itu dimanfaatkan untuk mencari rejeki tambahan. Satpam berinisial HW itu bekerja di salah satu pusat berpelanjaan di Kota Pekanbaru.
HW mengakui telah melakukan transaksi kepada DS. "Hasilnya untuk digunakan sehari-hari dan menafkahi keluarga. Barang itu saya dapat dari An yang tinggal di Kampung Dalam. Namun belum pernah jumpa," katanya yang juga pemakai itu.
Sementara DS yang baru melakukan pembelian itu pun menjadi petunjuk awal Tim Opsnal Payung Sekaki dalam melakukan pemburuan langkahnya hingga diringkuslah HW.
Hal itu diperjelas Kanit Reskrim Polsek Payung Sekaki Ipda M Aprino, Selasa (12/11). "Mulanya kami melakukan penangkapan terhadap DS tepatnya di depan Plaza Senapelan. Dari tangan DS diamankan pil ekstasi tujuh butir warna cokelat merek kodok yang didapat dari HW," jelasnya.
Setelah diamankan DS pada Kamis (31/10) pukul 00.45 WIB, tim melakukan undercover buy kepada HW dan berhasil diamankan pada pukul 01.30 di dalam Queen Club Plaza Senapelan.
"Di setiap saku HW terdapat pil ekstasi. Jumlahlah sebanyak 35 butir. Tak hanya itu HW pun kedapatan selesai konsumsi sabu. Namun, sabu itu hanya untuk konsumsi pribadi. Barang-barang itu benar didapat dari An warga Kampung Dalam yang masih jadi DPO," terangnya.
Lebih lanjut, bb milik DS yang sebanyak tujuh butir pil ekstasi itu merek kodok warna coklat berat bersih 3,52 gram. Sedangkan bb milik HW 31 butir ekstasi merek kodok warna cokelat dengan berat bersih 15,66 gram dan bb empat butir ekstasi warna pink merek burung hantu seberat 1,14 gram.
Katanya, setiap butir penjualan itu di pasaran seharga Rp 180 ribu. "Dari An dihargai Rp150 ribu per butir. Sedangkan HW menjualnya Rp180 ribu per butir. Dia ambil untung Rp 30 ribu," imbuhnya.
Untuk kedua tersangka dijerat Pasal 114 jo 112 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal empat tahun penjara.(*3)
Tiga anak di Siak tak lagi sekolah dan setiap hari mengemis di jalan. Dinsos turun…
Muhammad Fazya Kurniawan dan Halda Mirsyanda terpilih sebagai Bujang Dara Meranti 2026 dan akan mewakili…
MUI mengingatkan masyarakat soal ketentuan agama dalam karnaval dan lomba Agustusan, termasuk busana serta penggunaan…
Wali Kota Pekanbaru mendorong Pramuka menjadi pelopor green city dengan target setiap gudep menanam dan…
Perbaikan jalan di Pekanbaru terus dikebut. Dari target lebih dari 42 kilometer, sebanyak 23,6 kilometer…
Karhutla di Sungai Guntung Hilir, Inhu, meluas hingga 50 hektare dan sulit dipadamkan karena asap…