Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Terkuaknya kasus kekerasan terhadap balita baru-baru ini di sebuah daycare di Kota Pekanbaru tak hanya menyadarkan para orang tua, tapi juga seluruh elemen masyarakat. Anak sebagai individu lemah harus selalu dilindungi karena risiko bisa datang dari mana saja.
Hal ini disampaikan Kapolsek Senapelan AKP Akira Ceria di sela-sela menghadiri acara Sosialisasi Advokasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Pekanbaru, baru-baru ini.
AKP Akira mengingatkan, seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan perlindungan terhadap anak. ’’Kita bisa mulai dari sekolah, bahkan dari rumah, di mana kita bisa memberikan edukasi kepada anak kita secara langsung,’’ ujarnya.
Khusus sekolah atau lembaga pendidikan, selain edukasi pencegahan, dirinya juga menyarankan harus ada upaya deteksi dini. Ini bisa dilakukan dengan mengetahui indikasi-indikasi kekerasan fisik maupun kekerasan seksual.
’’Saya berharap perlindungan terhadap anak dari tindak kekerasan seksual bukan saja dilakukan oleh kepolisian saja. Namun juga akan lebih maksimal jika dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat secara luas termasuk pihak sekolah dan para orang tua,’’ tutup Kapolsek.(end)
Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…
Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…
Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…
Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…
HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…
PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…