Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Terkuaknya kasus kekerasan terhadap balita baru-baru ini di sebuah daycare di Kota Pekanbaru tak hanya menyadarkan para orang tua, tapi juga seluruh elemen masyarakat. Anak sebagai individu lemah harus selalu dilindungi karena risiko bisa datang dari mana saja.
Hal ini disampaikan Kapolsek Senapelan AKP Akira Ceria di sela-sela menghadiri acara Sosialisasi Advokasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Pekanbaru, baru-baru ini.
AKP Akira mengingatkan, seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mewujudkan perlindungan terhadap anak. ’’Kita bisa mulai dari sekolah, bahkan dari rumah, di mana kita bisa memberikan edukasi kepada anak kita secara langsung,’’ ujarnya.
Khusus sekolah atau lembaga pendidikan, selain edukasi pencegahan, dirinya juga menyarankan harus ada upaya deteksi dini. Ini bisa dilakukan dengan mengetahui indikasi-indikasi kekerasan fisik maupun kekerasan seksual.
’’Saya berharap perlindungan terhadap anak dari tindak kekerasan seksual bukan saja dilakukan oleh kepolisian saja. Namun juga akan lebih maksimal jika dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat secara luas termasuk pihak sekolah dan para orang tua,’’ tutup Kapolsek.(end)
Polisi menangkap dua pria dalam kasus dugaan peredaran sabu di Kamter Pekanbaru. Delapan paket sabu…
Seorang pria ditemukan meninggal di kamar hotel Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Polisi menduga korban sakit,…
BEM Unri menyalurkan bantuan Rp60 juta untuk 50 mahasiswa berupa sepeda, modal UMKM, dan BLT…
Sebanyak 70 lapak liar di sekitar Stadion Utama Riau dibongkar 160 personel gabungan. Pedagang tetap…
Polisi menindaklanjuti laporan warga dan menemukan empat rakit PETI di Sinambek, Kuansing. Keempat rakit tersebut…
Rachel/Febi membuat kejutan di China Open dengan menyingkirkan unggulan kedua asal China, Jia Yi Fan/Zhang…