Categories: Pekanbaru

Batas Relokasi PKL di Jalan Agus Salim 20 November

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jelang batas relokasi 20 November ini, pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Agus Salim masih tetap bertahan. Surat peringatan agar pindah yang diberikan Satpol PP Kota Pekanbaru tak digubris.

Pantauan Riau Pos, Jumat (12/11), PKL masih berjualan di bahu Jalan Agus Salim seperti biasanya. Terlihat sejumlah petugas Satpol PP berjaga, namun hanya melakukan pengawasan.

Seorang pedagang ikan Il­ham mengatakan, dirinya ber­sama ratusan pedagang yang memiliki lapak di depan Pasar Agus Salim tidak bersedia membongkar lapak mereka sebelum Pemerintah Kota Pekanbaru turun tangan memberikan lokasi relokasi yang lebih layak dan mudah dijangkau oleh para pembeli.

Apalagi saat ini penjualan mereka tengah merosot tajam akibat pandemi Covid-19 dan adanya sejumlah pasar tumpah ilegal yang dibuat di sejumlah kelurahan di Kota Pekanbaru.

"Kami mau Wali Kota Pekan­baru turun temui kami. Apa yang kami mau dan di mana tempat relokasi yang kami inginkan. Jangan cuma mengandalkan Satpol PP saja. Kami ini di sini mencari nafkah untuk keluarga," ujarnya.

Dikatakan dia lagi, selama ini Pemko Pekanbaru dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Pekanbaru tidak pernah melakukan audiensi bersama para pedagang terkait rencana pengembangan Jalan Agus Salim yang direncanakan akan dijadikan sebagai kawasan wisata kuliner seperti di Malioboro Jogyakarta.

Namun diakuinya, pemko sudah memberikan surat peringatan yang isinya meminta para pedagang untuk segera membongkar lapak dan meninggalkan Jalan Agus Salim.

"Manalah muat kalau pedagang di sini ditampung di dalam Pasar Agus Salim. Kondisinya sudah tidak layak pakai dan rawan kecelakaan karena banyak properti pasar yang sudah lapuk dan tak mampu menahan beban orang yang masuk ke dalamnya," imbuhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh padagang sayur Asturias. Menurutnya, kebijakan yang diambil oleh pemko tidak adil kepada para pedagang kecil yang kini tengah berjuang bangkit dari masalah ekonomi yang dideritanya.

Pemko harusnya memberikan pilihan kepada para pedagang yang ingin dilakukan relokasi dan mengajak para pedagang untuk bermusyawarah. Tapi nyatanya, pedagang hanya dikambinghitamkan dengan kepentingan yang mereka ingin capai.

"Kami tak masalah mau jalan ini dijadikan kawasan wisata. Tapi selesaikan dulu masalah yang lebih prioritas. Ini semuanya mau  dimakan. Kami pedagang ini manusia biasa. Kemana kami mau mengadu dengan kebijakan yang sepihak ini. Walaupun dibongkar kami akan tetap bertahan di Jalan Agus Salim ini untuk berjualan," Tegasnya.

Sementara itu, Tim gabungan dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dalam waktu dekat akan segera melakukan relokasi terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sekitar Sukaramai Trade Center (STC) dan Jalan Agus Salim.

Di mana, dalam relokasi nanti Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kota Pekanbaru akan dibantu instansi lain seperti Disperindag, Dinas PUPR dan juga Dinas Perhubungan,.

Menurut Kepala Bidang Operasional dan Ketertiban Masyarakat Badan Satpol PP Pekanbaru Reza Aulia Putra, relokasi akan diawali dengan pemberian surat teguran ketiga kepada para PKL. Kemudian disusul dengan surat permintaan agar PKL membongkar sendiri lapak yang ada.

Dari data yang diterima Satpol PP, ada sekitar 195 lapak yang didirikan PKL di kawasan STC tersebut. "Kalau tidak juga dibongkar sendiri, tentu kami yang menertibkan," tegasnya.

Untuk jadwal penertiban sendiri, disampaikan Reza bakal dilakukan sebelum akhir November ini. "Mungkin di atas tanggal 20 (November, red) sudah dilakukan penertiban. Kami akan turunkan 300 personel untuk pengamanan penertiban," ungkapnya.

Kepada para pedagang, ia berharap agar segera mengosongkan kawasan STC sebelum jadwal penertiban. Karena dikatakannya, sebagian pedagang telah bersedia dilakukan penertiban secara persuasif.

"Sampai sekarang memang masih ada yang menolak dan setuju. Yang perlu dipahami, ini kan bukan penggusuran. Tapi pedagang kita relokasi ke sejumlah tempat yang telah disediakan oleh instansi terkait," tutupnya.(ayi/ali)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Buron ke Sumut, Dalang Pembakaran Jaring Nelayan di Rohil Akhirnya Ditangkap

Terduga dalang pembakaran jaring nelayan di Panipahan, Rohil, ditangkap polisi setelah buron ke Sumatera Utara.

18 jam ago

Antrean BBM Mengular, Pemprov Riau Ajukan Tambahan 99.700 KL Biosolar

Pemprov Riau mengajukan tambahan kuota 99.700 KL biosolar dan 99.556 KL pertalite karena kebutuhan BBM…

18 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Bertanding

Sebanyak 46 tim siap bertanding di Riau Pos-Honda Student Basketball League 2026 Pekanbaru Series pada…

19 jam ago

PLN Rengat Resmikan SPKLU di Bank Mandiri, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN UP3 Rengat meresmikan SPKLU di Bank Mandiri Rengat untuk memudahkan pengisian daya sekaligus mendorong…

19 jam ago

Pemko Pekanbaru Targetkan Seragam Gratis Rampung Dibagikan Oktober

sebanyak 20.800 murid SD dan SMP Negeri di Pekanbaru akan menerima seragam gratis. Penyaluran ditargetkan…

19 jam ago

Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, 34 Pesawat dari Pekanbaru Batal

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan Pekanbaru-Jakarta. Sebanyak 34 penerbangan dari Bandara SSK II…

20 jam ago