Categories: Pekanbaru

Warga Keluhkan Papan ISPU Tak Berfungsi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sampai saat ini keberadaan papan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sudah lama rusak tak juga dilakukan perbaikan. Hal ini pun dikeluhkan masyarakat karena saat ini ada ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pantauan Riau Pos, Ahad (11/8) di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru masih terlihat papan ISPU tak berfungsi dan hingga kini tidak dilakukan perbaikan.

Hal ini membuat masyarakat kesulitan untuk mengetahui kualitas udara dari papan Ispu yang memiliki sejumlah level informasi kesehatan udara. Mulai dari level baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat hingga level berbahaya.

Salah seorang pejalan kaki Agustina mengaku sangat berharap pemerintah kota melakukan perbaikan terhadap papan Ispu disetiap lokasi di Kota Pekanbaru itu.

Pasalnya saat musim kemarau seperti saat ini, sangat sulit mengetahui kualitas udara yang baik atau buruk ketika bencana kabut asap terjadi.

”Seharusnya keberadaan alat ini bukan hanya sekedar bahan panjang saja, tapi bisa dimanfaatkan masyarakat dengan menjadi papan informasi dan peringatan bagi masyarakat terkait kualitas udara yang ada di Kota Pekanbaru. Apalagi sekarang sudah musim kemarau kalau kejadian karhutla kita tidak tahu kualitas udara kita kalau tidak adanya papan ISPU ini,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Reza Fahlevi belum lama ini menjelaskan bahwa keberadaan papan ISPU dan sejumlah alat lainnya selama ini sudah mengalami kerusakan sejak 2016 silam. Di mana untuk data ISPU harian Kota Pekanbaru bermula dari dari pengukuran oleh analis di tiga stasiun permanen (fixed station) di Kulim, Sukajadi, dan Tampan.

Namun terhitung sejak tanggal 25 April 2016 lalu, server di Laboratorium Udara (Regional Center) berlokasi Komplek MPP Kota Pekanbaru mengalami kerusakan.

”Menurut analisa kami disebabkan oleh faktor usianya yang sudah tua. Makanya proses komunikasi data dan analisa data tidak lagi bisa dilakukan secara otomatis. Mereka akhirnya melakukan analisa data secara manual,”katanya

Reza menyebut, faktor tidak adanya sparepart membuat proses pengambilan sampel dan analisa data tidak lagi bisa dijalankan di stasiun itu.

Reza menjelaskan bahwa Stasiun Pemantau di Kulim dalam Komplek Workshop PU Kota Pekanbaru mengalami kerusakan sejak 2018. Ia juga mengaku perbaikan urung dilakukan karena tidak adanya sparepart.

”Sehingga sejak itu proses pengambilan sampel dan analisa data tidak lagi bisa berjalan di Stasiun Kulim. Kami mengaku proses perbaikan belum bisa kami lakukan, karena keterbatasan anggaran dan ketiadaan sparepart untuk peralatan itu,” ujarnya.(ayi)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Dari Kehilangan ke Kebahagiaan, Wako Pekanbaru Beri Motor untuk Sandro

Sandro, warga disabilitas di Pekanbaru, terharu terima motor baru dari wali kota setelah kehilangan akibat…

1 hari ago

Wako Pekanbaru Tegas: Gaji ASN dari Uang Rakyat, Harus Kerja Maksimal!

Ratusan ASN Pekanbaru resmi jadi PNS. Wako ingatkan gaji berasal dari uang rakyat dan minta…

1 hari ago

Layanan KTP di Pekanbaru Hampir Dua Pekan Gangguan, Warga Keluhkan Antrean Lama

Layanan KTP dan KIA Disdukcapil Pekanbaru terganggu hampir dua pekan. Antrean panjang terjadi, warga keluhkan…

1 hari ago

Pasca Kebakaran Hebat, Ratusan Warga Pulau Kijang Dapat Bantuan Sembako

Sebanyak 106 KK korban kebakaran di Pulau Kijang mulai menerima bantuan darurat. Pemerintah fokus penuhi…

1 hari ago

Polisi Bongkar Penimbunan Solar di Pelalawan, 13,6 Ton Disita!

Polisi ungkap penimbunan 13,6 ton solar subsidi di Pelalawan. Satu pelaku diamankan bersama barang bukti…

1 hari ago

Lift Barang Jatuh dari Lantai 7, Tiga Pekerja Kritis

Lift proyek RS Santa Maria jatuh dari lantai tujuh. Tiga pekerja luka berat dan dirawat…

2 hari ago