12-wako-musrenbasd50
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Limapuluh, Rabu (11/2), sekaligus memaparkan sejumlah capaian pembangunan sepanjang 2025.
Dalam pemaparannya, Agung menyebutkan bahwa dengan dukungan anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) Limapuluh, Pemerintah Kota Pekanbaru telah merealisasikan pengaspalan di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya banyak dikeluhkan warga.
Meski demikian, masih terdapat satu ruas jalan yang belum tertangani, yakni di depan SPBU Jalan Tanjungbatu, tidak jauh dari kawasan Pelabuhan Sungai Duku. Ia memastikan, ruas tersebut segera ditingkatkan kualitasnya.
Bahkan, peningkatan jalan itu tidak lagi menggunakan aspal, melainkan konstruksi beton agar lebih kuat dan tahan lama.
“Berkat dukungan anggota dewan yang menginginkan seluruh jalan dapat ditingkatkan kualitasnya demi kenyamanan masyarakat, jalan di Tanjungbatu akan kami tingkatkan dengan konstruksi beton,” jelasnya.
Selain infrastruktur jalan, Pemko Pekanbaru juga merencanakan pembangunan sarana dan prasarana olahraga di Kecamatan Limapuluh. Fasilitas tersebut nantinya akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH) sekaligus ruang interaksi sosial bagi masyarakat. Untuk merealisasikan rencana itu, anggaran telah disiapkan pada tahun 2026.
Menurut Agung, keberadaan RTH dan fasilitas olahraga sangat penting, tidak hanya untuk mendukung kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat interaksi sosial serta meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Dalam forum yang sama, ia mengapresiasi peran Lembaga Pengelola Sampah (LPS) yang selama ini membantu menjaga kebersihan lingkungan. Untuk memperkuat upaya tersebut, tahun ini Pemko menempatkan satu unit kendaraan operasional di tingkat kecamatan yang didukung sepuluh personel dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Pembersihan drainase menjadi salah satu prioritas kerja harian. Setiap petugas ditargetkan membersihkan sepanjang 20 meter drainase per hari. Dengan sepuluh personel, sekitar 200 meter drainase dapat dibersihkan setiap harinya.
“Target kami adalah pembersihan drainase sepanjang 20 meter per orang setiap hari. Dengan sepuluh petugas, berarti sekitar 200 meter drainase dapat dibersihkan setiap harinya,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Agung menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan. Ia meminta warga menyampaikan masukan terkait ruas jalan yang menjadi jalur poros utama dan paling sering digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, ia juga membuka ruang aspirasi terkait kebutuhan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
Menurutnya, pembangunan yang tepat sasaran hanya dapat terwujud melalui perencanaan partisipatif yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat. (ali)
KPK periksa 10 saksi dugaan korupsi proyek PUPR Riau yang menjerat Abdul Wahid. Penyidikan terus…
Satnarkoba Polres Kampar tangkap pria dengan 132 paket sabu siap edar. Pelaku positif narkoba dan…
Baznas Rohul luncurkan Z-Auto, 13 penerima manfaat dapat bantuan bengkel motor untuk dorong lapangan kerja…
Sebanyak 90 UMKM di Tandun terima sertifikat halal. Legalitas usaha dinilai membuka akses bantuan dan…
Imlek 2577 di Pekanbaru tanpa kembang api. Sebanyak 888 lampion dipasang dan perayaan bersama digelar…
Dua tas mencurigakan di Masjid Al-Khairat Sukajadi sempat diduga bom. Polisi pastikan hanya berisi barang…