Categories: Pekanbaru

Pekerja-Keluarga PHR WK Rokan Sudah VaksinasiÂ

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Lebih dari 26.500 pekerja dan anggota keluarga di lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau telah mengikuti program vaksinasi. Pencapaian ini mendukung upaya menciptakan kekebalan komunal di lingkungan perusahaan dan masyarakat. 

Saat ini tingkat penularan (positivity rate) Covid-19 di antara pekerja PHR WK Rokan berada di bawah ambang batas yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni di bawah lima persen.   

"Inilah wujud kontribusi para pekerja kami untuk mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan kekebalan komunal melalui program vaksinasi. Kontribusi itu juga selaras dengan komitmen perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan selamat," kata VP Corporate Affairs PHR WK Rokan, Sukamto Tamrin, Ahad (10/10).

Selain dukungan kesadaran pribadi para pekerja dan anggota keluarganya, lanjut Sukamto, tinginya partisipasi program vaksinasi di WK Rokan juga didorong kebijakan perusahaan yang terus menyosialisasikan pentingnya vaksinasi dan mewajibkan vaksinasi sebagai syarat memasuki fasilitas kerja.

Partisipasi pekerja dan anggota keluarga dilakukan melalui program vaksinasi publik, kerja sama dengan instansi lain, dan Vaksinasi Gotong-Royong (VGR). Alokasi VGR yang diperoleh PHR WK Rokan dalam dua bulan terakhir sangat membantu peningkatan angka partisipasi. "Kami sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah melalui alokasi VGR tersebut. Hal itu sangat membantu untuk menekan laju penularan," ungkap Sukamto.

Saat ini hampir seluruh pekerja di PHR WK Rokan sudah divaksinasi, minimal dosis 1. Selaras dengan nilai-nilai perusahaan, PHR WK Rokan berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para pekerjanya. PHR WK Rokan mengaktifkan sebuah gugus tugas untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 di lingkungan Perusahaan. Tugas utamanya adalah melindungi keselamatan dan kesehatan seluruh pekerja dengan tetap menjaga keberlangsungan operasi hulu migas yang vital bagi negara.

Strategi kunci yang dijalankan adalah memiminalkan potensi paparan dan manajemen kasus yang baik jika ada yang terpapar. Penerapan safeguard yang berlapis-lapis secara disiplin mulai dari penerapan protokol 5M dan 3T, sistem penapisan yang ketat dan program kompartementalisasi untuk fasilitas kritikal mampu meminimalisasi dampak terhadap kesehatan Pekerja, dengan tetap menjaga keberlangsungan operasi.(hen)
 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

6 jam ago

DPRD Kepulauan Meranti Jadwalkan Pengesahan Dua Ranperda

DPRD Kepulauan Meranti bakal mengesahkan dua Ranperda yang telah rampung dibahas guna mendorong capaian Indeks…

6 jam ago

Tim SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

Operasi pencarian 5 jurnalis dan 3 kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda resmi…

6 jam ago

Diserahkan Menteri PPPA, Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho Sabet Penghargaan Nasional

Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Pekanbaru Sulastri Agung Nugroho meraih penghargaan Apresiasi Swara Cantika…

6 jam ago

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di Riau, 10 Daerah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

BMKG mencatat 3.227 titik panas di Sumatera dengan 71 titik berada di Riau. Peringatan dini…

7 jam ago

Dampak Asap Karhutla Makin Pekat, Pemkab Kuansing Liburkan Sekolah Dua Hari

Kualitas udara di Kuansing nyaris menyentuh level sangat tidak sehat. Disdikpora Kuansing memutuskan kembali menerapkan…

18 jam ago