mi-ayam
PEKANBARU (rIAUPOS.CO) – Suatu hari Ridho sangat ingin menyantap mi ayam. Ia dan temannya pergi ke toko yang menjual mi ayam dengan mengendarai sepeda motor matic.
Setelah memesan mi ayam, mereka pun langsung pulang karena ingin menyantapnya di rumah. Karena ingin cepat, mereka memilih jalan pintas.
Ridho lupa, jika jalan yang akan dilalui adalah jalan yang memiliki banyak polisi tidur. Ia melaju dengan kencang, tanpa menyadari polisi tidur yang tingginya di atas rata-rata menghadangnya.
Benar saja, Ridho tidak sempat mengerem dan melewati polisi tidur dengan kelajuan di atas rata-rata. Ia memang tidak jatuh, namun mi ayam yang digayutkan di gantungan depan sepeda motor terguncang dengan kuat dan menghantap satu sama lain. Alhasil, kantong kresek dan plastik mi ayam pecah dan berserakan di antara kaki Ridho.
"Alamaak….!! Maunya cepat sampai, malah kena razia polisi tidur," ujarnya menyesali.(anf)
Kampung Terendam di Pekanbaru resmi menjadi Kampung Tangguh Antinarkoba sebagai simbol perang melawan peredaran narkotika.
Perjuangan Daerah Istimewa Riau terus berlanjut setahun setelah deklarasi bersama, dengan dukungan ratusan organisasi masyarakat.
Rohil siapkan aplikasi digital terintegrasi untuk memudahkan wisatawan saat menghadiri perhelatan budaya Bakar Tongkang.
Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…
Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…