Categories: Pekanbaru

Tunggak Retribusi, 10 Kios Pasar Limapuluh Digembok

LIMAPULUH (RIAUPOS.CO) — Sebanyak 10 unit kios di pasar Limpuluh, Jalan Tanjung Datuk, digembok Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru sejak Senin (7/10) lalu. Hal ini karena pemilik kios-kios tersebut tak kunjung melunasi kewajiban pembayaran retribusinya. 

Penyegelan ini adalah yang kedua kali diberikan setelah sebelummya dilakukan penyegelan terhadap kios karena menunggak pembayaran retibusi. Selain itu,  pedagang juga diketahui sudah lama tidak membuka kiosnya.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pasar DPP Kota Pekanbaru Suhardi kepada wartawan, Kamis (10/10). ‘’Dari 27 kios yang disegel, cuma 17 yang mengurus. 10 sisanya belum, makanya kami gembok dengan waktu sepekan,’’ jelasnya. 

Pedagang yang memegang surat hak penempatan (SHP) diminta segera penyelesaian tunggakan retribusinya, jika tidak maka kios akan dipindahtangankan pada pihak lain. Disana dari 27 kios 12 diantaranya Tunggak Retribusi, 10 Kios Pasar Limapuluh Digembok diketahui pula sudah disewakan ke pedagang lain. Artinya antara pedagang yang berjualan saat ini  dengan orang yang terdaftar di Surat Hak Penempatan berbeda.

‘’Ada 12 kios diketahui sudah disewakan ke orang lain. Kami akan cabut SHP itu, untuk diterbitkan SHP baru sesuai dengan nama orang yang berjualan saat ini,’’ tegasnya. 

Dia melanjutkan pihaknya melarang dilakukan penyewaan kios dari pemegang SHP pada pedagang lain. Ini sejak awal pemegang diberi SHP sudah disampaikan. ‘’Yang sudah menyewakan itu SHP-nya kami cabut. Kemudian kami terbitkan atas nama pedagang yang benar-benar ingin berdagang di sana,’’ imbuhnya. 

DPP Kota Pekanbaru sudah mulai menyegel sebanyak 27 unit kios di Pasar Limapuluh sejak Senin (23/9). Selain menunggak retribusi, para pedagang juga diketahui sudah tidak membuka kios dalam jangka waktu yang lama.

Di Pasar Limapuluh, terdapat 112 kios, yang sudah ditempati para pedagang, dengan rincian untuk kios lama berjumlah 10 unit dan kios baru sebanyak 102 unit. Antara kios lama dengan kios baru memiliki perbedaan ukuran, untuk kios lama ukuran 3×3 meter, sedangkan kios baru berukuran 2,5×2,5 meter.

Harga retribusi per kios ditetapkan sebesar Rp80 ribu per bulan. Tindakan penyegelan dan penggembokan dilakukan untuk memberi efek jera kepada pedagang agar menjalankan kewajiban mereka membayar retribusi. Bukan hanya itu, kios juga harus tetap dibuka agar pasar menjadi ramai.(ali)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

20 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

20 jam ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

20 jam ago

Kasus Dugaan Pimpinan Ponpes dan Santri di Kuansing Berakhir Damai, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…

20 jam ago

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

2 hari ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

2 hari ago